UNHCR dan IOM Relokasi 229 Pengungsi di Bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe

110 pengungsi Etnis Rohingya yang telah berada di bekas Kantor Imigrasi kawasan Puentuet, Lhokseumawe, Rabu, 30 November 2022. (Idris Bendung)

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Setelah 15 hari tak ada kepastian terhadap 229 pengungsi Rohingya asal Myanmar, akhirnya UNHCR dan IOM relokasi manusia perahu ini di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe, kawasan Puentuet, Kecamatan Blang Mangat, Rabu, 30 November 2022.

Setelah ada izin memanfaatkan bekas kantor Imigrasi ini, kita akan memberikan pelayanan terbaik kepada 229 pengungsi. Terutama pelayanan air bersih, kesehatan dan makanan harian mereka,” kata Oktina Hafanti, staf UNHCR saat ditemui di penempatan sementara pengungsi, Rabu siang.

Disinggung soal pengungsi 119 orang lagi, menurut Oktina, rencana seusai makan siang, hari ini juga pengungsi yang berada di Bluka Tubai, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara akan ikut gabung ke bekas Kantor Imigrasi atau sekitar 7 km arah timur pusat Kota Lhokseumawe.

“Saat ini kita sedang merehab semua fasilitas bekas kantor agar layak ditempati,” tambah Oktina.

Sementara itu, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Drs Meurah Budiman SH MH membenarkan bekas Kantor Imigrasi sebagai penampungan sementara.

“Setelah ada izin dari Plt Dirjen Imigrasi sebagai tempat penampunan sementara. Iya, selama tiga bulan,” kata Meurah Budiman didampingi Kepala Imigrasi Lhokseumawe, Fauzi ketika meninjau langsung persiapan memanfaatkan bekas kantor tersebut bagi pengungsi Rohingya.

Menurut Meurah, keadaan bekas kantor seluruhnya merupakan tanggungjawab UNHCR dan IOM untuk memperbaiki sebelum ditempati oleh 229 pengungsi Rohingya.

“Sedangkan kami hanya menjalankan tugas pengawasan dengan mencek semua dokumen-dokumen para pengungsi yang ada,” pungkas Meurah Budiman.

Sekedar mengingatkan, hanya 1 x 24 jam terjadi dua gelombang pengungsi Rohingya tiba di perairan pantai Aceh Utara. Awalnya tiba 110 orang di Desa Meunasah Lhok, Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu. Keesokannya, tiba 119 orang lagi di Desa Bluka Tubai, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. (ung)