Didukung Warga Tanjong Raya, Tgk Mauliadi Janji Peringati Milad GAM ke-46

Ketua JASA Kabupaten Bireuen, Tgk Mauliadi.

BIREUEN | RAKYATACEH – Ketua Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Wilayah Bate Iliek, Tgk Mauliadi, berjanji akan memperingati milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-46 tahun di Gampong Tanjong Raya, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen. 

Kepastian ini disampaikan Tgk Mauliadi kepada Harian Rakyat Aceh, setelah melakukan musyawarah bersama aparatur dan masyarakat Tanjong Raya di Meunasah desa setempat, Kamis (1/12). 

Ia mengaku, masyarakat sangat antusias menggelar peringatan milad GAM ke-46, karena menurut pengakuannya, kemajuan Desa Tanjong Raya saat ini, tidak lepas dari perjuangan para tentara Aceh terdahulu, yang familiar disebut dengan gerakan Aceh merdeka.

“Antusias masyarakat sangat tinggi untuk menggelar milad GAM ke-46. Bahkan, setiap warga rela membawa beras dan keperluan lain demi menyukseskan gelaran kegiatan bertepatan dengan Minggu 4 Desember 2022 mendatang,” ujar Ketua JASA Bireuen, yang juga selaku Keuchik Desa Tanjong Raya ini. 

Ia juga menyebutkan, serangkaian kegiatan akan dilakukan di hari peringatan milad GAM nantinya, antara lain yaitu, menggelar doa dan zikir bersama, santunan anak yatim piatu, melakukan silaturahmi antar sesama anak syuhada, dan juga kenduri syukuran. 

“Kegiatan ini sebagai bentuk peringatan kepada para syuhada yang sudah syahid dalam perjuangan masa konflik dari Republik Indonesia (RI). Para syuhada sudah bersusah payah memperjuangkannya, sehingga sepatutnya kita mengenang para syuhada dengan memanjatkan doa dan zikir yang diniatkan untuk para pejuang bangsa Aceh terdahulu,” tegas sapaan Tgk Moli ini. 

Ketua Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Gandapura ini juga menyebutkan, tanggal 4 Desember merupakan hari bersejarah bagi bangsa Aceh, karena pada tanggal tersebut dimulainya perjuangan Gerakan Aceh Merdeka melawan Pemerintah Republik Indonesia dan mengakhiri pertikaian di Naggroe Aceh dengan penandatanganan perdamaian kedua belah pihak pada 15 Agustus 2005 silam. 

Oleh karena itu, sebutnya, sangat patut mengucapkan puji syukur kepada Allah dengan menggelar zikir dan doa bersama guna mengenang hari bersejarah tersebut.

Tgk Mauliadi juga berpesan kepada masyarakat Aceh untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, supaya perdamaian yang telah terwujud terus berlangsung dan terjaga. Kemudian untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Pemerintah Aceh, ia berharap agar memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki.

“Hari ini merupakan sejauh mana langkah perjuangan bangsa Aceh setelah 17 tahun damai. Perdamaian ini dengan susah kita raih. Sehingga, menjadi tanggungjawab bersama menjaga perdamaian. Selayaknya kita peduli dan merawat anak syuhada. Karena tanpa para syuhada, kita tidak akan pernah merasakan kedamaian seperti saat ini,” pungkasnya.

Dirinya juga berharap, Pemerintah Aceh dapat mendesak Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan seluruh butir-butir MoU Helsinki demi keutuhan perdamaian di bumi Aceh. (akh)