Prediksi Jepang vs Spanyol: Sejarah Memihak Matador

Timnas Jepang akan menantang Spanyol di laga terakhir Grup E dini hari nanti.

RAKYAT ACEH | AL RAYYAN – Jepang sebagai wakil Asia berharap membuat kejutan kedua saat menantang Spanyol di laga terakhir Grup E dini hari nanti. Tapi bukan pekerjaan mudah mengingat Tim Matador -julukan Spanyol punya sejarah bagus di turnamen ini.

Sejak takluk 0-1 dari Republik Irlandia pada Piala Dunia 1982, Spanyol tidak pernah lagi menelan kekalahan di laga terakhir mereka di fase grup. Dari Sembilan edisi terakhir, mereka menang delapan kali dan imbang sekali.

Satu-satunya hasil seri La Roja di laga terakhir penyisihan grup adalah ketika mereka ditahan imbang Maroko di Piala Dunia 2018 Rusia. Saat itu, mereka bermain imbang 2-2.

Selain itu, Spanyol tidak pernah kalah dalam lima pertemuan Piala Dunia sebelumnya melawan tim Asia dalam 90 menit. Satu-satunya hasil minor mereka adalah saat ditekuk Korea Selatan dalam drama adu penalti di babak delapan besar Piala Dunia 2002.

Fakta bahwa mereka masih memungkinkan untuk tersingkir jika kalah jelas membuat Spanyol akan berusaha mempertahankan kedua rekor bagus mereka itu saat menghadapi Jepang di Stadion Internasional Khalifa.

Kemenangan akan memastikan Spanyol menjadi juara Grup E. Namun, status itu juga memungkinkan mereka bertemu Brasil di babak delapan besar. Sebaliknya, posisi sebagai runner up membuat mereka bisa berhadapan dengan Portugal di perempat final.

Dengan lawan yang menunggu di babak berikutnya relatif sama beratnya termasuk satu di antara Kroasia, Belgia, dan Maroko, pemain Spanyol, Koke menegaskan mereka tidak ingin berpikir terlalu jauh.

“Satu-satunya strategi kami adalah keluar dan memenangkan pertandingan berikutnya melawan Jepang. Jelas, Anda menghitung bagaimana klasifikasi akan terlihat, tetapi ide kami adalah untuk menghormati lawan kami dengan masuk untuk memenangkan permainan. Ini satu-satunya cara untuk mempersiapkan pertandingan dan lolos,” tegas Koke dikutip dari The Analyst.

Koke dengan tegas mengabaikan kekhawatiran tentang lawan-lawan mereka selanjutnya. Apalagi sampai berpikir tentang lawan yang mesti mereka hadapi di delapan besar.

“Kurasa kita tidak takut pada siapa pun. Kami sangat menghormati semua tim nasional. Kami tidak memikirkan perempat final karena pertama kami harus menang melawan Jepang. Ide kami adalah untuk menang dan kemudian kami akan melihat siapa yang akan datang,” ujarnya.

“Jika Brasil menghadapi kami di perempat final dan kami memiliki keberuntungan untuk mencapai sejauh itu, kami akan berusaha untuk mencapainya dengan cara terbaik. Kami memiliki ide yang sama untuk memenangkan setiap pertandingan,” lanjut sang gelandang.

Bek kanan Spanyol, Dani Carvajal menjelaskan kemenangan penting bagi mereka. Khususnya dalam hal menjaga momentum dan kepercayaan diri sebelum bertarung di fase knockout.

“Jika kami menang, kami akan menjadi yang pertama dan itulah yang harus kami lakukan, keluar untuk menang dan mendapatkan level dan kepercayaan diri yang optimal untuk babak 16 besar,” kata pemain Real Madrid itu di MARCA.

Spanyol akan tersingkir jika kalah dan pada saat bersamaan Kosta Rika juga membuat kejutan dengan memenangi laga terakhirnya. Atau jika Jerman mengalahkan Kosta Rika dengan skor minimal 8-0.

Makanya, Pelatih Spanyol, Luis Enrique memastikan dirinya akan menurunkan kekuatan terbaiknya. “Tujuannya adalah untuk memenangkan pertandingan melawan Jepang. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan menjadi kompetitif dan kami tidak akan berspekulasi,” tegasnya di AS.

Di pihak Jepang, dengan hasil imbang kemungkinan tidak akan cukup meloloskan mereka, pelatih Hajime Moriyasu mencoba membakar semangat timnya. Menurutnya, kemenangan atas Jerman membuktikan mereka mampu menundukkan raksasa-raksasa Piala Dunia lainnya.

“Kita seharusnya tidak berada di rollercoaster emosional. Kemenangan dan kekalahan sudah berlalu dan sekarang kami mulai mempersiapkan pertandingan berikutnya. Kami bisa meraih kemenangan besar [melawan Spanyol] seperti yang kami lakukan melawan Jerman dengan membuat langkah bertahap,” jelasnya.

Meski begitu, legenda Jepang itu tidak kehilangan respek pada Spanyol. “[Spanyol] adalah tim terbaik di dunia. Mereka menunjukkan keahlian mereka dengan bekerja sama bahkan dalam pertempuran sengit. (Namun) Kami ingin menang dan melewati mereka,” tegas Moriyasu.

Bek Jepang Takehiro Tomiyasu dan Hiroki Sakai diragukan bermain di laga ini karena cedera hamstring. Begitu juga gelandang Wataru Endo yang cedera lutut. Sebagai pengganti Endo, pelatih bisa memilih salah satu di antara Ao Tanaka atau Gaku Shibasaki. Selebihnya, Moriyasu diprediksi tidak melakukan perubahan.

Spanyol sementara itu harus menunggu perkembangan gelandang berusia 18 tahun mereka, Gavi yang absen latihan karena cedera ringan. Kapten Sergio Busquets yang akan absen di laga berikutnya jika mendapat kartu kuning juga bisa diistirahatkan. Dengan begitu, Koke, Carlos Soler dan Marcos Llorente berpeluang main sejak awal.

Opsi lain, Rodri kembali ke posisi aslinya menggantikan Busquets dengan Pau Torres atau Eric Garcia berduet dengan Aymeric Laporte di jantung pertahanan. Setelah kembali mencetak gol ke gawang Jerman, Alvaro Morata punya kans kembali jadi starter bersama Ferran Torres dan Dani Olmo di lini serang.

Jepang belum pernah menghadapi Spanyol dalam pertandingan kompetitif sebelumnya, dengan satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya pada April 2001. Saat itu, La Roja mengamankan kemenangan tipis 1-0 di pertandingan persahabatan. (amr/jpg/rif)

Prakiraan Pemain
Jepang (4-2-3-1): Gonda; Yamane, Itakura, Yoshida, Nagatomo; Tanaka, Morita; Doan, Kamada, Kubo; Maeda

Spanyol (4-3-3): Simon; Carvajal, P. Torres, Laporte, Alba; Koke, Rodri, Pedri; F. Torres, Morata, Olmo