Bahas Limbah Sampah, Aparat Desa dan Pemerintah di Simeulue Gelar Duek Pakat

Duek Pakat pembahasan limbah sampah antara perangkat Pemerintah desa, dengan Kecamatan dan instansi Pemkab Simeulue.  Rabu 1 Desember 2022. Ahmadi - harianrakyataceh.com.

RAKYAT ACEH | SIMEULUE – Limbah sampah menjadi target serius, sehingga digelar pembahasan “Duek Pakat” khusus untuk penanganannya, dan hasil komitmen pembahasan tersebut, nantinya dijadikan panduan penerapan aturan yang resmi ditingkat wilayah desa dan wilayah kecamatan.

Duek Pakat yang melibatkan seluruh unsur Ketua Pemuda, Ketua PKK, Imam Mesjid, Ketua BPD, Kades, Kadus dalam wilayah Kecamatan Simeulue Timur itu, yang digelar di aula Kantor Camat Simeulue Timur,  yang turut dihadiri, Kadis DLH dan Kebersihan Pertamanan  Kadis DPMD, Kasatpol PP WH, Camat serta Danramil setempat.

Diketahui, Kecamatan Simeulue Timur yang merupakan lokasi ibukota Kabupaten Simeulue, daerah padat penduduk, sehingga terbanyak memproduksi limbah sampah, yang diharapkan hasil duek pakat itu, dengan komitmen menjadikan sebagai kota Asri, Bersih dan Bebas Sampah.

Dalam pembahasan itu, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Simeulue, menyatakan salah satu solusinya dengan memanfaatkan Anggaran Desa dapat diajukan untuk biaya penanganan limbah sampah yang ada di desanya masing-masing, sehingga nantinya tidak lagi berharap pada petugas Kebersihan.

Sedangkan pihak Dinas DLH dan Kebersihan Pertamanan Kabupaten Simeulue,  menyebutkan untuk limbah sampah yang ada dikawasan lorong, menjadi tanggungjawab Pemerintah desa, sedangkan limbah sampah yang berada di jalan protokol, area publik dalam pusat ibukota Kabupaten, itu merupakan tanggungjawab Dinas DLH dan Kebersihan Pertamanan.

Target dan serius, Kecamatan Simeulue Timur menjadi kota Asri, Bersih dan Bebas Sampah, disebabkan tahun 2023 mendatang menjadi lokasi MTQ se Provinsi Aceh, yang dipastikan akan dipenuhi tamu dan kafilah dari berbagai daerah, hal itu disampaikan Ali Afuan, Camat Simeulue Timur,  kepada harianrakyataceh.com,  Rabu, 1 Desember 2022.

“Tujuan duek pakat ini, terkait persoalan limbah sampah, yang kita harapkan ada komitmen untuk menjadikan Simeulue Timur lokasinya ibukota Kabupaten, sebagai kota Asri, Bersih dan Bebas Sampah. Apalagi nantinya Kecamatan Simeulue Timur lokasinya pelaksanaan MTQ se Provinsi Aceh, tahun depan”, kata Ali Afuan.

Ali Afuan merincikan 8 point, hasil keputusan Duek Pakat, yakni poin 1. Pemerintah Kecamatan Simeulue Timur, Pemerintah Desa dan stakeholder lainnya, melaksanakan Sosialisasi kepada masyarakat, untuk serius 24 jam menjaga kebersihan lingkungannya yang dimulai dari rumah tangga masing masing;

Poin 2, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Simeulue Timur, rutin gelar gotong royong Jumat Bersih secara  kontinyu dengan melibatkan seluruh unsur Masyarakat yang ada Desa, baik itu lembaga resmi maupun lembaga swasta yang berada dan beraktivitas dalam wilayah desanya masing-masing.

Poin 3, Pemerintahan Desa melalui musyawarah Desa, dapat mengalokasikan APBDesa nya untuk mendanai kebutuhan Lingkungan dan Kebersihan Desa sebagai bagian dari penanggulangan stunting desa yang bersifat prioritas sesuai dengan kemampuan keuangan Desa masing-masing.

Poin 4, Pengurus Mesjid yang ada di desa dalam wilayah Kecamatan Simeulue Timur, untuk berperan aktif melalui mimbar dakwah menyampaikan himbauan kepada masyarakat pentingnya menjaga lingkungan dan kebersihan.

Poin 5, Diminta kepada pemilik ternak kerbau, sapi dan kambing yang ada dalam wilayah Kecamatan Simeulue Timur, selaku pusat ibukota Kabupaten Simeulue, untuk memelihara ternaknya dengan sistim Pengandangan sehingga tidak berkeliaran, disebabkan dapat mengancam keselamatan pengguna jalan, serta juga lingkungan warga terganggu dengan ternak yang buang kotoran sembarangan.

Poin 6, Memilah limbah sampah bernilai ekonomis, untuk dijual kepada pihak Bank Sampah yang telah beroperasi dalam wilayah Simeulue Timur, dapat menambah pendapatan skala rumah tangga.

Poin 7, Pihak Dinas Perkebunan Peternakan dan Keswan, diminta untuk menyampaikan revisi Qanun Ternak kepada DPRK Simulue khususnya besaran denda bagi pemilik ternak yang ternaknya berkeliaran dapat ditingkatkan sehingga mempunyai efek jera, sebab qanun lama dianggap nilai denda sangat kecil dan tidak membuat efek jerah.

Poin 8, Kepada masyarakat yang membuang sampah, dilarang dengan sengaja atau tidak sengaja membuang limbah sampah ke laut, sungai dan dipinggir atau badan jalan umum, serta dilokasi publik, dengan memanfaatkan kontainer sampah atau bak sampah yang ada di lingkungan masing-masing. (ahi).