Doa Bersama Warnai Peringatan Milad GAM di Komplek Makam Malikussaleh

Suasana doa bersama di komplek Makam Sultan Malikussaleh, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Ahad (4/12).

RAKYATACEH | LHOKSEUMAWE – Jajaran KPA Samudera Pase, Aceh Utara dan KPA Kuta Pase, Lhokseumawe memperingati Milad GAM ke-46 di komplek Makam Sultan Malikussaleh, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Ahad (4/12).

Peringatan Milad GAM itu, ditandai dengan digelarnya upacara bendera bintang bulan yang sudah disahkan sebagai bendera Aceh tertuang dalam Qanun Aceh No. 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

Dalam upacara itu, diikuti oleh para petinggi KPA/PA dari kedua wilayah dan ratusan Kombatan GAM. Seperti terlihat dalam upacara bendera itu, Panglima KPA Samudera Pase, Abu Len bersama jajarannya serta Panglima KPA Kuta Pase Mukhtar Hanafiah juga bersama jajarannya dan M.Yasir tokoh KPA Kuta Pase yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRK Lhokseumawe ikut hadir. Tampak juga, kedua jurubicara KPA, yakni M.Jhoni Jurubicara KPA Samudera Pase dan Halim Abe, Jurubicara KPA Kuta Pase, Ketua DPW PA Lhokseumawe, Husaini POM, Ketua Harian DPW PA Aceh Utara, Tgk Fauzan dan lainnya.

Panglima KPA Kuta Pase Mukhtar Hanafiah menyerahkan bendera bintang bulan kepada penggerek bendera oleh tiga pasukan berbaju putih, celana hitam, berselempang motif GAM dan bersepatu hitam. Kemudian, dengan tegap tiga pemuda itu langsung melaksanakan tugasnya untuk mengibarkan bendera bintang bulan. Suara azan pun bergema yang dilantukan oleh Tgk Juned mantan anggota DPRK Aceh Utara, dan secara perlahan bendera digerek oleh pemuda hingga sampai kepuncak tiang.

Panglima KPA Samudera Pase, Abu Len dalam upacara itu juga membacakan amanat upacara bendera, lahirnya sejarah 4 Desember 1976.

Kemudian, M.Yasir tokoh KPA Kuta Pase juga memberikan sambutan dalam upacara bendera Milad GAM ke-46. Ia mengharapkan kepada pihak Pemerintah untuk menyelesaikan masalah perdamaian Aceh, sesuai komitmen perdamaian pada 15 Agustus 2005 silam.

“Meuse hana lagee nyan, pulang beude kamoe jak lam uteuen lom. kiban sepakat tanya M.Yasir. Mendengarkan ajak itu, suara peserta upacara menjawab sepakat,”terang M.Yasir dalam bahasa Aceh.

Ia mengatakan, ini bukan main-main tentang perdamaian, karena sudah banyak korban nyawa rakyat Aceh selama ini. “Jadi bukan main-main, para syuhada sudah banyak mendahului kita, jangan sampai kita menjadi lamiet atas bangsa orang.Kita bisa berdiri ditanah kita sendiri,”katanya.

Untuk itu, ia tetap mengajak semua pihak bersama-sama berkomitmen dan menjunjung perdamaian yang sudah tercapai di Aceh.

Usai upacara bendera bintang bulan dikibarkan dan kembali diturunkan, acara dilanjutkan dengan doa bersama di makam Sultan Malikussaleh, di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Kemudian, acara berlanjut di kantor KPA/PA Wilayah Samudera Pase.

Meskipun, dikawal ketat oleh pasukan TNI/Polri di segala penjuru di lokasi acara, tapi perayaan Milad GAM ke-46 berjalan meriah di komplek Makam Sultan Malikussaleh. (arm/ra)