Jadi Buronan Sejak 2018, KPK Tangkap Ayah Merin di Banda Aceh

Ilustrasi : Petugas saat menutup tulisan KPK di lobi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/9/2019). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan buronan dugaan penerimaan gratifikasi Izil Azhar alias Ayah Merin, Selasa (24/1).

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dihubungi Rakyat Aceh, mengatakan penangkapan Izil berkat kerjasama dengan Tim Kepolisian Daerah (Polda) Aceh. Izil masuk dalam dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2018.

“DPO (Izil) sejak 30 November 2018 dan kita tangkap di sekitar Banda Aceh,” kata Ali Fikri.

Dijelaskan Ali Fikri, keberhasilan penangkapan Ayah Merin setelah melakukan koordinasi antara Tim KPK dan Polda Aceh sejak Desember 2022 lalu.

“KPK apresiasi jajaran Polda Aceh yang telah membantu KPK dalam pencarian dan penangkapan DPO KPK dimaksud,” ujarnya lagi.

Setelah menjalani pemeriksaan awal di Polda Aceh, DPO Ayah Merin selanjutnya akan diboyong ke Jakarta guna proses lebih lanjut.

Izil merupakan mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Sabang sekaligus orang kepercayaan mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Dia ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait pembangunan proyek Dermaga Sabang tahun 2006-2011.

Izil bersama-sama dengan Irwandi diduga menerima gratifikasi terkait jabatan Irwandi sebesar Rp32,4 miliar dalam pembangunan Dermaga Sabang. (min)