Dukung Transisi Energi, PLN Terus Sosialisasi Penggunaan Mobil Listrik di Aceh

Mobil listrik saat melakukan pengisian baterai di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH  – Sebagai bentuk dukungan gerakan transisi energi yang dicanangkan pemerintah. PLN Unit Induk Distribusi Aceh terus mengkampanyekan penggunaan kenderaan listrik kepada masyarakat. Hal ini ditandai dengan penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum di Aceh.

PLN ikut berpartisipasi dalam pembangunan Provisnsi aceh yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutanserta sensitif terhadap risiko bencana alam. PLN juga mendukung langkah-langkah strategis mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yakni transisi energi dari fosil ke listrik yang sedang digalakkan Pemerintah Indonesia saat ini dimana Indonesia dalam pertemuan G20 dan COP26 mencanangkan net zero emission tercapai di tahun 2060.

General Manager PLN UID Aceh Parulian Noviandri menyampaikan transisi energi merupakan keharusan yang diperlukan untuk menjaga ketersediaan energi di masa mendatang. Program transisi kepenggunaan energi yang lebih ramah lingkungan khususnya transportasi salahsatunya melalui akselerasi penggunaan kendaraan listrik yang lebih ekonomis dan berwawasan lingkungan.

“PLN terus mengkampanyekan transisi energi kepada masyarakat salahsatunya adalah dengan menggunakan mobil listrik. Selain emisinya rendah juga lebih ekonomis dari sisi bahan bakar bila disbandingkan dengan kendaraan menggunakan BBM,” ujarnya Jumat (17/3/2023).

Kampanye dan sosialsiasi penggunakan kendaraan listrik didukung penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Aceh di kantor PLN UID Aceh diresmikan pada 31 Maret 2022.

Dengan tersedianya SPKLU akan mendorong pemakaian kendaraan listrik, sehingga sangat baik untuk perbaikan lingkungan dari polusi udara. Kehadiran kendaraan listrik juga akan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak atau energi fosil yang makin hari kian terbatas kesediaannya. (ra/drh)