Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 19 Sep 2023 19:52 WIB ·

Jaksa 3 kali Tolak Berkas Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa, MaTA: Serahkan Saja ke KPK


 Ilustrasi - Beasiswa (foto/ist) Perbesar

Ilustrasi - Beasiswa (foto/ist)

BANDA ACEH l RAKYAT ACEH Kejaksaan Tinggi (Kejati) kembali memulangkan berkas kasus dugaan korupsi beasiswa kali ke tiga ke Polda Aceh. Pengembalian berkas perkara tersebut dilakukan pada Jumat 15 September 2023 lalu.

Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis dalam keterangan tertulisnya mengatakan tim jaksa menilai berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi beasiswa 2017 belum lengkap baik secara formil maupun materiil. Sehingga, penyidik harus melengkapi hal tersebut terlebih dahulu.

“Pengembalian berkas kasus korupsi beasiswa ke penyidik Polda Aceh karena belum ada titik terang, masih perlu diperbaiki, sebabnya sudah kita kembalikan berkasnya ke polda Aceh, ” sebut Ali Rasab, Selasa (19/9/2023).

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh kembali menetapkan 11 tersangka dugaan korupsi beasiswa tahun anggaran 2017. Mereka berinisial SYR, FZ, RSL, FY, SM, RDJ, dan RK. Sedangkan empat lagi, merupakan tersangka tambahan. Yakni SH, SL,RF, dan DS.

“Dengan adanya penambahan tersebut, keseluruhan sudah ada 11 berkas perkara yang dikirimkan penyidik ke jaksa,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, dalam keterangan tertulis, Senin, 4 September 2023.

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian menduga ada upaya untuk melindungi para aktor sangat besar dari kasus beasiswa tersebut. Itu sebabnya, kata Alfian sudah tiga jenderal berganti (Kapolda Aceh), dari tahun 2019 sampai sekarang kasus tersebut tidak selesai.

“Yang sudah ditetapkan tersangka itu kan mereka cuma administratif, memang tugas mereka. Ini bagaimana dengan aktor atau yang menikmati hasil korupsi. Jadi penikmat wajib ditetapkan tersangka. Apalagi dalam kasus beasiswa,” ujarnya.

Selain itu, dilihat dari berlarutnya kasus tersebut, Alfian meminta agar sebaiknya diserahkan ke KPK saja. Hal itu berdasarkan dari sisi kerugian negara, dan ada penyelenggara negara yang diduga terlibat.

“Jadi karena pernah diminta supervisi dalam arti kata atensi kasus ini ke KPK, maka diserahkan saja. Atau dilimpahkan ke Kejati. Karena selama belum ada proses pelimpahan dalam arti kata kewenangan untuk pengungkapan kasus. Tapi biasanya diserahkan ketika tidak punya kemampuan dari sisi pengetahuan lidik. Tapi ini pasti tidak akan mau dikasih. Seharusnya ini juga harus ada evaluasi dari Mabes polri,” ujarnya. (ril/hra)

 

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

The Gayo Institute Terbitkan Buku Introspeksi Karya Penyair Aceh

23 July 2024 - 06:22 WIB

Ini Alasan Joe Biden Mundur dari Kandidat Capres Amerika 

22 July 2024 - 15:51 WIB

Pj Bupati Aceh Utara Mahyuzar: Pemasangan Bendera ‘Memudar’

22 July 2024 - 15:10 WIB

Kata Kakanwil Meurah Budiman Usai UPP Satgas Saber Pungli Aceh Lakukan Audiensi Dengan Pj. Gubernur Aceh

22 July 2024 - 15:07 WIB

Brigjen Armia Fahmi Pimpin Upacara Pembukaan Diktukba Polri di SPN Polda Aceh

22 July 2024 - 13:40 WIB

Korban Laka Lantas di Aceh Didominasi oleh Pelajar dan Mahasiswa

22 July 2024 - 09:49 WIB

Trending di UTAMA