Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

EKBIS · 25 Sep 2023 19:00 WIB ·

Sekjen GAPKI: Justru Problematika Industri Sawit Datang Dari Dalam


 Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) M. Hadi Sugeng menyampaikan problematika industri sawit pada Gala Dinner Kongres PWI ke-25 di Gedung Sate, Bandung, Selasa (24/9/2023). Foto istimewa
Perbesar

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) M. Hadi Sugeng menyampaikan problematika industri sawit pada Gala Dinner Kongres PWI ke-25 di Gedung Sate, Bandung, Selasa (24/9/2023). Foto istimewa

RAKYAT ACEH | BANDUNG – Kelapa sawit sebagai Industri strategis nasional sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja bahkan perlu kewaspadaan.Pasalnya, produksi minyak sawit dan kinerja ekspor Indonesia sedang mengalami stagnansi dalam beberapa tahun terakhir. Eskalasi politik global juga memberikan tekanan pada harga komoditas penopang ekonomi Indonesia ini. Di sisi lain, hambatan dalam negeri belum kunjung terselesaikan.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) M. Hadi Sugeng mengungkapkan peningkatan konsumsi di pasar global yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa tahun kedepan tidak dibarengi dengan pertumbuhan produksi minyak sawit, baik itu minyak sawit mentah (CPO) ataupun minyak kernel (PKO). Padahal Indonesia merupakan produsen sekaligus eksportir terbesar kelapa sawit dunia.

“Beberapa tahun belakang produksi minyak sawit Indonesia stagnan di 51 juta ton, pun kinerja ekspor juga menurun. Meskipun volume ekspor meningkat di tahun ini, tapi nilainya menurun akibat harga,” kata M. Hadi Sugeng pada Gala Dinner Kongres PWI ke-25 di Gedung Sate, Bandung (24/9/2023).

Saat ini kelapa sawit Indonesia menguasai sekitar 58% pasar minyak nabati global dan lebih dari 40% pasar minyak kelapa sawit global.

M. Hadi Sugeng juga memaparkan problematika industri kelapa sawit Indonesia. Menurutnya, banyaknya masalah yang dihadapi akibat tumpang tindih kebijakan serta banyaknya instansi yang turut mengambil andil dalam pengambilan kebijakan industri kelapa sawit.

“Setelah kami petakan setidaknya 31 instansi pemerintah terlibat dalam pengambilan kebijakan, itu mulai dari daerah hingga pemerintah pusat,” tuturnya.

Sekjen Gapki tersebut memberi contoh kasus identifikasi kawasan hutan dimana perusahaan sawit yang mulanya sudah diberikan Hak Guna Usaha (HGU) atau petani yang memiliki Surat Hak Milik (SHM) juga diidentifikasi masuk kawasan hutan. Adapun penetapan melalui rekomendasi gubernur dan juga berbagai instansi terlibat.

“Semestinya pelaku usaha yang sudah memiliki SHM atau HGU sudah final, karena dalam prosesnya melibatkan semua institusi terkait dan juga mempertimbangkan tata ruang yang ada,” jelas M. Hadi Sugeng.

Pemerintah Indonesia pun mengimplementasikan Perpu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (UUCK) yang akan membebankan denda administratif bagi pelaku usaha serta dikembalikannya perkebunan menjadi kawasan hutan setelah satu daur tanaman kelapa sawit.

“Gapki mengharapkan kepastian kebijakan agar tercipta industri yang berkelanjutan dan kesinambungan investasi,” ungkap M. Hadi Sugeng.

Bendahara PWI Muh. Ihsan mengekspresikan dukungannya pada industri kelapa sawit. Menurutnya, industri kelapa sawit sudah menjadi industri strategis bagi Indonesia. Kontribusi ekonomi-sosial yang diberikan bagi masyarakat Indonesia sangat berarti dalam mensejahterakan bangsa.

“Kami akan terus menyuarakan pentingnya industri kelapa sawit Indonesia dan mendorong keberlanjutan industri ini bagi bangsa Indonesia,” tutup Muh. Ihsan saat memoderatori Gala Dinner Kongres PWI ke-25. (ra)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Setor Dividen Rp3,09 Triliun, Kementerian BUMN Dukung PLN Lanjutkan Transformasi Bisnis

23 July 2024 - 16:15 WIB

Sinergi OJK Tingkatkan Kesejahteraan Perempuan Pelaku UMKM di Aceh

23 July 2024 - 12:15 WIB

AHASS Gelar Pameran dan Service Murah di Abdya

22 July 2024 - 11:43 WIB

Pengguna BSI Mobile Tumbuh Signifikan, Nasabah BSI Aceh Kembali Bawa Pulang Mobil Lewat Hujan Rezeki BSI Mobile

22 July 2024 - 09:46 WIB

Tangis Haru Sudirman, PLN UID Aceh dan Kejaksaan Tinggi Aceh Terangi Hidup Kami

19 July 2024 - 10:49 WIB

AHASS Gelar Pameran Honda dan Servis Murah di SMKN 4 Banda Aceh 

19 July 2024 - 09:17 WIB

Trending di EKBIS