Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 29 Jan 2024 14:44 WIB ·

Realisasi PAD Alat Berat Pidie Jaya Hanya Rp 200 Juta, Dari 31 Unit, Rusak 13 Unit


 Realisasi PAD Alat Berat Pidie Jaya Hanya Rp 200 Juta, Dari 31 Unit, Rusak 13 Unit Perbesar

Rakyataceh | Meureudu – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor kekayaan daerah berupa alat berat, aset Pemkab Pidie Jaya, tahun 2023 lalu hanya sebesar Rp 200 juta dari target Rp 2 miliar. Minimnya realisasi PAD alat berat itu, karena banyak dari aset bergerak itu dalam kondisi rusak.

Alat berata yang dimiliki Pemkab Pidie Jaya yang dikelola oleh Bidang Aset pada Badan Pengelolaan Kekayaan Kabupaten (BPKK) Pidie Jaya adalah sebanyak 31 unit. 13 unit diantara mengalami kerusakan, selama satu hingga empat tahun.

Alat alat berat milik Pemkab Pidie Jaya yang rusak itu adalah, dua unit dump truck, satu unit tronton, lima unit excavator, tiga unit buldozer dan satu unit grader serta satu unit vibrator compector.

Sedangkan alat berat yang masih laik operasi adalah terdiri dari, tiga unit dump truck, satu unit truck tangki air, satu unit tronton, satu unit head tractor Hino, tiga unit excavator, satu unit buldozer, dua unit vibrator compector, dua unit grader, satu unit aspalth finisher bomag dan pneumatic tire role.

Dari alat berat yang laik operasi tersebut, selama tahun anggaran 2023 disewak ke pihak ke tiga. Dari hasil penyewaan tersebut, PAD yang mampu dikumpulkam hanya sebesar Rp 200 juta. Sedagkan target PAD pada aset daeran itu sebesar Rp 2 miliar.

Kepala Bidang Aset, pada BPKK Pidie Jaya, kepada Rakyat Aceh, Bustamian, beralasan, rendahnya capaian realisasi PAD pada alat berat, karena bayak alat berat yang dimiliki Pemkab dalam keadaan rusak.

” Realisasi PAD alat berat tahun 2023 hanya 200 juta dari target Rp 2 milir atau 10 persen dari target. Rendahnya capaian PAD, karena banyak alat yang rusak, yang hingga saat ini belum diperbaiki,” ujar Bustamian, Senin (29/1) kemarin.

Kata dia, selain disewakan, alat berat Pemkab tersebut juga dioperasikan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Dan jika dikalkulasikan ke dalam rupiah, maka nilainya sebesar Rp 50 juta. ” Ini tidak masuk sebagai pendapatan daerah. Karena tidak kita pungut biaya sewa,” ujar Bustamian.

Dijelaskan Bustamian, Pemkaian alat berat yang laik operasi itu disewakan ke pihak ke tiga saat pelaksanaan proyek pemerintah sudah mulai dikerjakan. Begitu juga alat berat ini juga disewakan kepada pihak-pihak lain selain pengerjaan proyek pemerintah, seperti pembersihan kebun.

Untuk memperbaiki alat berat yang rusak tersebut, terang Bustamian, dibutuhkan anggaran sebsar Rp 500 juta. Karena bahan-bahan alat berat yang rusak tersebut sebutnya bernilai lumanyan mahal. (San).

 

Artikel ini telah dibaca 608 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Sri Wahyuni Guru MAN 6 Aceh Utara Menulis Buku Cerita Anak Dua Bahasa

20 February 2024 - 17:58 WIB

Pemko Lhokseumawe Resmikan Pusat Kuliner di Muara Satu

20 February 2024 - 17:34 WIB

Pj Bupati Pidie Resmi Buka Program TMMD Reguler Ke-119 Kodim 0102/Pidie di Tangse

20 February 2024 - 14:26 WIB

Parah! Tumpukan Sampah Berserakan di Sejumlah Titik di Kota Lhokseumawe

19 February 2024 - 18:21 WIB

Abu Yusri Wally Isi Ceramah Isra Mi’raj di Guhang

19 February 2024 - 11:36 WIB

IAIN Langsa Resmi Buka Prodi Profesi Guru (PPG) Keagamaan

17 February 2024 - 18:21 WIB

Trending di NANGGROE TIMUR