Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 30 Jan 2024 14:32 WIB ·

Marak Tindak Kriminalitas Remaja di Aceh, Pemerintah Ajak Masyarakat Awasi Bersama


 Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri Perbesar

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Tindak kriminalitas kian marak dilakukan kalangan remaja di Aceh. Baru-baru ini sekelompok remaja diamankan polisi usai melakukan tawuran dan pembegalan. Tak hanya itu, dalam bulan yang sama perampokan dan pembunuhan juga dilakukan oleh mereka yang berusia remaja.

Kejadian tersebut menjadi perhatian Pemerintah Aceh. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, mengajak masyarakat untuk peduli dan mengawasi langsung anak muda di lingkungannya. Gerak gerik mereka harus terus dipantau sehingga peluang terjadinya kejahatan pembegalan atau bentuk premanisme lainnya lainnya.

“Segera laporkan ke aparat penegak hukum kalau melihat ada potensi kriminalitas, ” kata Zahrol.

Zahrol mengatakan, tindak kriminalitas yang dilakukan remaja itu harus diberikan hukuman yang dapat memberi efek jera (deterrent effect) yang dapat membuat calon pelaku lain menghentikan niatnya untuk melakukan kesalahan yang sama.

“Pada unit pemeritahan terbawah yaitu gampong juga dapat dilakukan suatu upaya pencegahan atau pengawasan bersama yaitu dengan menghidupkan sistem pageu gampong (pagar kampung) dimana aparatur sebuah kampung tertentu dapat melakukan pengawasan dan penindakan awal di wilayah mereka masing-masing, tentunya sesuai aturan hukum. Secara kolektif, ini akan sangat efektif untuk mempersempit ruang terjadinya kejahatan, ” kata Zahrol.

Menurut Zahrol, begal merupakan sesuatu yang sangat asing bagi Aceh dan sulit dipercaya bahwa hal semacam itu dapat terjadi di bumi Serambi Mekkah secara alamiah.

“Jadi kita berharap jangan sampai masyarakat hilang kesabaran atas adanya ketidaknyamanan ini dan akhirnya memilih melakukan penghakiman secara sepihak, sebelum itu terjadi mari kita berusaha untuk memperbaiki keadaan dan menyelamatkan anak-anak kita, generasi muda kita, dan Aceh dari jurang kehancuran, ” pungkas Zahrol. (ra)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Cara Menyambut Bulan Suci Ramadhan

3 March 2024 - 16:01 WIB

Hamas: Rusia harus jadi aktor penyelesaian konflik Jalur Gaza

3 March 2024 - 15:52 WIB

Seleksi Tim PON Aceh, PSSI Aceh Panggil 121 Pemain

3 March 2024 - 14:17 WIB

Kadis Sosial Aceh Gelar Pertemuan dengan Pilar Sosial Wilayah Barat Selatan

2 March 2024 - 20:57 WIB

APBA 2024 Belum Disetujui DPRA, Pj Gubernur Terbitkan Pergub untuk Pembayaran Gaji dan Tunjangan ASN

2 March 2024 - 16:52 WIB

Bekerja Sudah Maksimal, Penyidik Polda Aceh akan Segera Tuntaskan Kasus RS Regional

2 March 2024 - 15:26 WIB

Trending di UTAMA