Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

POLITIKA · 10 Feb 2024 11:34 WIB ·

Pengamat : Ahok Menjadi Amunisi Baru Ganjar untuk Lawan Prabowo


 Pengamat politik, Ujang Komarudin Perbesar

Pengamat politik, Ujang Komarudin

RAKYAT ACEH | JAKARTA – Pengamat politik, Ujang Komarudin, meyakini, munculnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat masa kampanye Pemilu 2024 merupakan ‘senjata’ dari PDIP untuk menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Ahok sejak mundur dari Komisaris Utama Pertamina langsung turun mengkampanyekan pasangan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pilpres 2024.

Pada kampanye yang dijalaninya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengeluarkan beberapa pernyataan kontroversial yang salah satunya menyebut Gibran tak bisa bekerja.

Pernyataan tersebut lalu dianggap Ujang adalah ciri khas dari Ahok karena kerap berbicara dengan nada tinggi dan tendensius.

“Ahok itu kontroversi gitu ya. Dia mulutnya gabisa dijaga, tembak sana tembak sini,” kata Ujang dalam keterangan, Jumat (9/2/2024).

“Dirinya sendiri punya banyak kekurangan dan kelemahan. Ya apapun itu, itu adalah pilihan Ahok, pendukung Ganjar-Mahfud, karena dia kader PDIP.”

Ujang melanjutkan dengan keberadaan Ahok di tengah masa kampanye juga sebagai amunisi PDIP menyerang pasangan Prabowo-Gibran.

“Saya lihat dia ada di PDIP, karena dia kader PDIP. Dan suka tidak suka, senang tidak senang harus mendukung Ganjar-Mahfud kan di situ,” ucapnya.

“Lalu apakah Ahok senjata Ganjar-Mahfud untuk menggerus pasangan Prabowo-Gibran? Nah kelihatannya (memang) menjadi salah satu amunisi yah dari PDIP, dari Ganjar-Mahfud untuk menyerang Prabowo-Gibran.”

Kendati meyakini Ahok menjadi penyerang untuk PDIP, Ujang melihat pernyataan-pernyataan tersebut tidak akan menggerus elektabilitas Prabowo-Gibran.

“Jadi, kayanya dari senjata menjadi amunisi Ganjar-Mahfud untuk menyerang Prabowo-Gibran terus menyerang Jokowi,” tutur Ujang.

“Terus apakah nada sumbang Ahok membuat pindah pemilih Prabowo-Gibran? Enggak. Enggak gampang, enggak ada pengaruhnya gitu.”

“Jadi kembali kepada serangan Ahok apakah nanti akan berpindah pemilih suara dari Prabowo ke Ganjar? Enggak. Karena saat ini, masyarakat sudah memiliki pilihan masing-masing termasuk pilihan memilih Prabowo-Gibran,” tutup Ujang.(ra)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Usut Dugaan Kecurangan Pemilu, Todung hingga Henry Pimpin Tim Pembela Demokrasi dan Keadilan Ganjar-Mahfud

19 February 2024 - 15:23 WIB

Lhokseumawe Gelar Pleno Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pemilu 2024

18 February 2024 - 16:57 WIB

Rekapitulasi Suara DPD Aceh di Situs KPU Masih Sarat Masalah

17 February 2024 - 19:55 WIB

KPU Akui Ada 2.325 TPS yang Salah Input Data Perolehan Suara ke Sirekap

16 February 2024 - 15:33 WIB

PDIP Rencana Beroposisi, Gerindra ”Omon-Omon” dengan Luar Koalisi

16 February 2024 - 15:03 WIB

Partai Gerindra Berpotensi Peroleh Tiga Kursi DPRK Aceh Jaya

15 February 2024 - 23:44 WIB

Trending di NANGGROE BARAT