Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NANGGROE TIMUR · 28 Mar 2024 15:00 WIB ·

Tiga Kab di Aceh Dorong Pencapaian Stop Buang Besar Sembarangan


 Tiga Kab di Aceh Dorong Pencapaian Stop Buang Besar Sembarangan Perbesar

RAKYAT ACEH | LANGSA –  Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Pemerintah Aceh, T Robby Irza SSiT MT,

mengatakan tiga kabupaten di Provinsi Aceh masing-masing Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang didorong segera melakukan percepatan pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) untuk menuju Aceh SBS 2024, Rabu, 27 Maret 2024 sore, di Langsa.

Menurutnya, hal ini untuk menindak lanjuti advokasi forum diaalog percepatan SBS yang dilakukan bersama Penjabat (PJ) Gubernur Aceh dan bupati/wali kota yang wilayahnya belum SBS pada tanggal 23 November 2024 lalu.

Jadi untuk menindaklanjuti pasca komitmen tersebut, berbagai langkah strategis telah diupayakan hingga saat ini dengan kolaborasi lintas sektor di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang di inisiasi oleh Biro Administrasi Pembangunan Provinsi Aceh didukung mitra pembangunan seperti Unicef, Yayasan Aceh Hijau dan Speak Indonesia.

“Kita akui memang, permasalahan sanitasi harus dapat menjadi agenda bersama, melalui kerja kolaboratif lintas sektor harus diwujudkan, baik di tingkat pusat maupun daerah, ujar T Robby Irza SSiT MT.

Menurutnya, data akses sanitasi dan capaian desa SBS provinsi Aceh yang terdiri dari 23 kabupaten/kota dengan jumlah 6.507 desa/kelurahan baru 2.740 desa/kelurahan atau sekitar 36,73 persen yang sudah SBS.

Pencapaian SBS di provinsi Aceh ini menjadi prioritas nasional dan dengan capaian yang masih di bawah 50 persen ini menjadi tantangan besar bagi provinsi Aceh untuk mencari solusi bersama.

Tetapi saat ini capaian SBS Kota Langsa sudah mencapai 83 persen, Kabupaten Aceh Timur 62 persen dan dan Aceh Tamiang 100 persen.

Sementara Direktur SUPD II, Ir. Suprayitno MA menyebutkan
dari sisi regulasi, Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan Permendagri No.87 tahun 2022 tentang Percepatan Layanan Sanitasi Berkelanjutan Tahun 2022-2024.

Regulasi ini mendorong pemerintah daerah berkomitmen melakukan sinkronisasi, koordinasi dan integrasi pembangunan sanitasi di daerah.

Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, dr Anas Ma’ruf, MKM melalui perwakilannya menyampaikan apresiasi terhadap progress cepat kabupaten/kota yang sedang melakukan strategi percepatan.

“Kegiatan dialog seperti ini dapat menjadi ajang advokasi, komunikasi, kolaborasi dan sinergi kepada semua pemangku kepentingan, terutama menjaring kemitraan untuk mendukung pencapaian target desa/kelurahan Stop BABS,” ujar Anas.

Pencapaian SBS yang lebih pada perubahan perilaku ini bukan akhir progam, tetapi ini baru langkah awal untuk mencapai keberlanjutan.

Anas juga menyampaikan, untuk data dukung seperti berita acara SBS ataupun komitmen pemerintah daerah, dapat diinput dalam SISTBM atau Sistem Informasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Dalam kegiatan dialog ini juga dihadirkan pembelajaran tentang alternatif pembiayaan sanitasi seperti mikro kredit yang dilakukan oleh KOMIDA, KURDA dari Pemkab. Wonosobo, dan CSR dari PT Adaro yang membawa Kabupaten tabalong SBS.

Kegiatan Dialog Penguatan Strategi Percepatan SBS dan Pembelajaran Pembiayaan Alternatif untuk Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang Provinsi Aceh yang berlangsung di tanggal 26 Maret 2024 dihadiri 100 peserta baik dari OPD terkait/Pokja PKP, Camat, PKK, sektor swasta dan awak media.

Puncak kegiatan dilakukan penanda tanganan komitmen dari 22 Camat dari ketiga kabupaten/kota.

Dan diakhiri motivasi dari moderator nasional Wiwit Heris dengan yel-yel ”Stop Buang Air Besar Sembarangan, Jeut Hanjeut Beuejeut! ”

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penanda tanganan komitmen dari 22 camat dari ketiga kabupaten/kota tersebut. (ris/hra)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Jelang Idul Fitri, Edi Obama Belikan Baju Lebaran untuk Anak Yatim

8 April 2024 - 07:47 WIB

Forkopimda Lhokseumawe Patroli Gabungan, Sasar Lokasi Rawan 

6 April 2024 - 08:55 WIB

Pemda Simeulue Larang Kendaraan Dinas Diboyong Keluar Pulau Untuk Lebaran

5 April 2024 - 22:08 WIB

Dua Pemotor Tewas Ditabrak Bus

5 April 2024 - 18:40 WIB

Jelang Idul Fitri, Masyarakat Lingka Kuta Beri Santunan Puluhan Juta untuk Anak Yatim

5 April 2024 - 17:43 WIB

Rusyidi Mukhtar Lantik Uswatun Khairat Sebagai Anggota DPRK Bireuen

4 April 2024 - 04:00 WIB

Trending di NANGGROE TIMUR