Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 28 Mar 2024 06:23 WIB ·

Dampak Cuaca Ekstrem, Petani di Aceh Tamiang Siram Tanaman 2-3 Kali Sehari


 Petani menyiram tanaman melon di tengah cuaca ekstrem kemarau panjang yang melanda wilayah Aceh Tamiang sejak sebulan terakhir, Rabu (27/3/2024). RAKYAT ACEH/DEDE Perbesar

Petani menyiram tanaman melon di tengah cuaca ekstrem kemarau panjang yang melanda wilayah Aceh Tamiang sejak sebulan terakhir, Rabu (27/3/2024). RAKYAT ACEH/DEDE

KUALA SIMPANG | RAKYAT ACEH – Dampak musim kemarau berkepanjangan yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh Tamiang membuat petani holtikultura kelimpungan. Petani terpaksa menyiasati menjaga kelembaban tanah dengan sesering mungkin menyiram tanaman dua hingga tiga kali dalam sehari.

 

“Kalau tidak disiram tanaman bisa kering dan mati. Minimal dua kali penyiraman pagi dan sore,” kata Niken (44), petani melon di Desa Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru saat ditemui Rakyat Aceh, Rabu (27/3).

 

Apalagi khusus tanaman melon, tutur Niken, membutuhkan banyak air dari mulai tanam hingga panen. Bila tidak ada hujan mereka harus menyiram secara manual.

 

“Airnya kita ambil dari rawa-rawa disedot pakai mesin. Biasanya air dari sumur bor tapi sudah lama kering dilanda musim kemarau,” ujarnya.

 

Saat ini Niken bersama kelompok tani Berkah Farming menanam melon jenis golden di lahan seluas tiga rante (1200 M2). Usia panen melon kulit kuning ini memakan waktu selama 70-80 hari atau hampir tiga bulan.

 

Pada Agustus 2023 mereka pernah meraup cuan dari panen melon golden sebesar Rp55 juta. Namun tahun ini pertumbuhan melon kurang maksimal karena faktor cuaca ekstrem. Menurutnya musim kemarau di Aceh Tamiang sudah terjadi sejak satu bulan terakhir atau sebelum bulan Ramadhan. Tapi dia tak frustasi karena sudah memiliki pengalaman tanam melon.

 

“Banyak tanaman holtikultura turun produksi saat panen dan pertumbuhan kerdil akibat cuaca ekstrem, seprti jagung, pepaya madu dan cabai,” ungkap Niken.

 

Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery mengatakan, berdasarkan peringatan dini cuaca Aceh per 24-26 Maret 2024 yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Sultan Iskandar Muda Banda Aceh menyebutkan, ada tujuh daerah bakal diguyur hujan hari ini yaitu Subulussalam, Gayo Lues, Aceh Singkil, Abdya, Nagan Raya, Aceh Selatan dan Aceh Utara.

 

“Dari parkiran cuaca tiga hari lalu Aceh Tamiang enggak kebagian hujan sampai 26 Maret 2024. Perkembangan cuaca selanjutnya akan dikirim kembali sama BMKG per 27 Maret 2024,” ujar Iman. (ddh)

 

 

Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Pemerintah Aceh dan Haji Uma Bantu Pemulangan Jenazah Warga Kota Juang Bireuen

17 April 2024 - 21:03 WIB

Danrem 011/Lilawangsa Pamit Tugas ke Prajurit Saat Halal Bihalal

17 April 2024 - 17:40 WIB

Iskandar Usman Al-farlaky ditunjuk Mualem Cabup Aceh Timur, Ketua IKAPA Siap dukung Penuh

17 April 2024 - 09:56 WIB

Turun Langsung ke Jalan, Kapolres Bireuen Pastikan Arus Balik Mudik Lancar

15 April 2024 - 17:29 WIB

Polres Bireuen Imbau Pengunjung Wisata Jaga Keselematan Anak

14 April 2024 - 19:57 WIB

Kapolda Aceh Sidak Pos Pam dan Pos Yan Ops Ketupat Seulawah 2024 di Meulaboh 

9 April 2024 - 12:02 WIB

Trending di DAERAH