Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

KHAZANAH · 29 Mar 2024 14:48 WIB ·

Bagaimana Hukum Mengerjakan Sholat Tarawih Tapi Belum Sholat Isya? Simak Penjelasannya!


 Mesjid Raya Baiturrahman/Ariful Perbesar

Mesjid Raya Baiturrahman/Ariful

HARIANRAKYATACEH.COM – Sholat Tarawih merupakan ibadah sunah sholat malam yang dilakukan setelah sholat Isya pada bulan suci Ramadhan. Sholat ini memiliki banyak keutamaan bagi yang menunaikannya, tak heran pada bulan Ramadhan banyak orang yang berlomba-lomba datang ke masjid untuk melaksanakannya.
Namun pada pelaksanaanya, tak sedikit jamaah yang telat saat datang ke masjid untuk menunaikan Sholat Tarawih secara berjamaah. Alhasil merekapun ketinggalan sholat Isya, sedangkan jamaah pada masjid tersebut telah melaksanakan Sholat Tarawih berjamaah.
Biasanya jamaah yang terlambat ini memutuskan untuk langsung mengikuti imam Sholat Tarawih sementara dia sendiri belum mengerjakan Sholat Isya.
Lantas, bagaimana hukum menjalankan ibadah sholat tarawih tapi belum sholat isya? Apakah Sholatnya sah atau tidak sah? Berikut penjelasan mengenai hukum mengerjakan Sholat Tarawih walaupun belum Sholat Isya yang dikutip langsung dari laman NU Online.

Merujuk pada literatur fiqih Mazhab Syafi’I, disebutkan bahwa waktu pelaksanaan sholat Tarawih sendiri dimulai dari masuknya waktu sholat Isya hingga terbitnya matahari. Sebagai catatan penting, sholat Tarawih hanya dapat dilakukan bila telah selesai mendirikan sholat Isya.

Oleh karena itu, meskipun sudah masuk waktu sholat Isya, bila belum menunaikan sholat Isya maka hukum Tarawih yang dilakukan tidak sah. Hal ini berlaku bagi orang yang telah mengetahui perihal ketetapan melakukan Sholat tarawih sebelum sholat Isya.

Adapun orang yang tidak mengetahuinya, maka hukum shalatnya tetap sah, namun statusnya berubah menjadi shalat sunah mutlak (bukan sholat tarawih). Imam Ibnu Ziyad (wafat 975 H) dalam kompilasi fatwanya Ghayatu Talkhisil Murad menjelaskan:

 وَقْتُ التَّرَاوِيْحِ بَيْنَ أَدَاءِ الْعِشَاءِ وَطُلُوْعِ الْفَجْرِ فَلَوْ صَلَّاهَا قَبْلَ أَدَاءِ الْعِشَاءِ، فَإِنْ كَانَ عَالِماً لَمْ تَنْعَقِدْ أَوْ جَاهِلاً يَحْتَمِلُ وُقُوْعُهَا نَفْلاً مُطْلَقًا كَمَنْ صَلَّى سُنَّةَ الظُّهْرِ ظَانًّا دُخُوْلَ وَقْتِهَا فَبَانَ عَدَمُهُ، وَيَحْتَمِلُ وَهُوَ الْأَوْجَهُ عَدَمُ انْعِقَادِهَا

Artinya:

“Waktu pelaksanaan sholat tarawih ialah di antara setelah melakukan sholat Isya dan keluarnya fajar. Jika orang melakukan sholat tarawih sebelum melakukan sholat Isya, maka apabila dia mengetahui hukum (tidak sahnya melakukan sholat tarawih sebelum sholat Isya), maka sholat tarawihnya tidak sah. Sedangkan jika ia tidak mengetahui hukumnya, maka sholat tarawih tersebut berpeluang menjadi shaoat sunnah mutlak. Seperti halnya orang yang melakukan sholat sunnah Zuhur yang diduga telah masuk waktunya, namun ternyata belum masuk. Menurut satu pendapat yang unggul hukumnya adalah tidak sah.” (Abdurrahman Ibnu Ziyad Az-Zubaidi, Ghayatu Talkhisil Murad, [Beirut, Darul Fikr], jilid I, halaman 21).

Oleh karena itu, saat terlambat datang ke masjid atau mushala untuk sholat tarawih hendaknya makmum melakukan sholat Isya terlebih dahulu sebelum mengikuti sholat tarawih. Jika tarawih dilaksanakan sebelum menunaikan sholat Isya, maka sholatnya dinilai sebagai sholat sunnah mutlak atau sholat sunnah yang dilakukan di antara waktu Maghrib dan Isya, bukan sholat tarawih. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Syekh Zainuddin Ahmad bin Abdul Aziz Al-Malibari (w 987 H) dalam Kitab Fathul Mu’in:

وَلَوْ خَرَجَ الْوَقْتُ لَمْ يَجُزْ قَضَاؤُهَا قَبْلَ الْعِشَاءِ كَالْرَّوَاتِبِ الْبَعْدِيَّةِ خِلاَفًا لِمَا رَجَّحَهُ بَعْضُهُمْ وَلَوْ بَانَ بُطْلاَنَ عِشَائِهِ بَعْدَ فِعْلِ الْوِتْرِ أَوِ الْتَّرَاوِيْحِ وَقَعَ نَفْلاً مُطْلَقًا

Artinya: “Apabila telah keluar dari waktunya sholat witir (atau tarawih), maka tidak diperkenankan untuk mengqadhanya sebelum melakukan sholat Isya sebagaimana sholat sunnah rawatib bakdiyah. Beda halnya dengan pendapat yang diunggulkan oleh sebagian ulama. Jika sholat Isya yang ia lakukan batal setelah melakukan sholat witir atau tarawih, maka sholat witir atau tarawih menjadi sholat sunnah mutlak.” (Zainuddin Ahmad bin Abdul Aziz Al-Malibari, Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratul ‘Ain bi Muhimmatid Din, [Beirut: Dar Ibn Hazm], jilid I, halaman 161)

Sampai di sini bisa disimpulkan, hukum melakukan sholat tarawih, tapi belum sholat Isya adalah tidak sah. Sebab, waktu pelaksanaan sholat tarawih dimulai setelah masuk waktu sholat Isya dengan catatan benar-benar sudah melakukan sholat Isya, hingga terbitnya fajar.

Hukum tidak sah ini berlaku bagi orang yang telah mengetahui sah atau tidaknya melakukan sholat Tarawih sebelum sholat Isya. Adapun orang yang tidak mengetahui hukum tersebut, maka sholatnya tetap sah, namun statusnya berubah menjadi sholat sunnah mutlak (bukan sholat tarawih). Karena itu, seandainya orang datang telat jamaah sholat Tarawih, hendaknya dia mengerjakan terlebih dahulu sholat Isya’ dan setelah itu baru melakukan sholat Tarawih.

***

Editor: Novia Tri Astuti

Sumber: NU Online

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Polres Nagan Raya Gelar Patroli Gabungan untuk Tertibkan Tambang Ilegal

18 April 2024 - 10:55 WIB

Hari pertama kerja usai libur Lebaran, 34 ASN Pemkot Banda Aceh alpa

17 April 2024 - 16:02 WIB

Haji Uma Belum Putuskan Maju di Pilkada Mendatang

17 April 2024 - 15:40 WIB

Dubai Banjir Bandang Parah! Ilmuan Sebut Penyebabnya karena Ini

17 April 2024 - 14:52 WIB

Operasi Ketupat Seulawah 2024 Berhasil Turunkan Angka Kecelakaan

16 April 2024 - 17:56 WIB

Sekda Simeulue: 90 Persen Pegawai Sudah Aktif

16 April 2024 - 17:23 WIB

Trending di UTAMA