Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 30 Mar 2024 15:58 WIB ·

Teknik Pengambilan Gambar Dalam Film Didiskusikan Di Kuflet


 Teknik Pengambilan Gambar Dalam Film Didiskusikan Di Kuflet Perbesar

RAKYAT ACEH | Padangpanjang – Sabtu, (30/3/2024) Komunitas Seni Kuflet menyelenggarakan diskusi topik penting dalam industri film, yaitu “Teknik Pengambilan Gambar di Film” dengan narasumber Hafizh dimoderatori Soeryadarma Isman. Diskusi yang dilakukan ini menjadi ajang berharga bagi para pecinta seni dan perfilman untuk mendalami aspek teknis dalam pembuatan sebuah karya sinematik. Tutur S. Hasanah Nst Mantan Ketua Komunitas Seni Kuflet.

Hafizh anggota Kuflet mengatakan, berbagai teknik pengambilan gambar yang digunakan dalam produksi film. Pengalaman pribadi dan tips praktis bagi para peserta yang ingin mengembangkan keterampilan dalam bidang ini film. Tuturnya.

Hafizh menambahkan, Sebenarnya pengambilan gambar ini tidak susah, sementara yang sulit itu adalah memaknai dan menyempurnakan pengambilan gambar tersebut. Ujar Mahasiswa Prodi Tv dan Film ISI Padangpanjang.

Rezi Ilfi Rahmi mengatakan, Diskusi tentang pengambilan gambar dalam vidio ini sangat menarik. Hal ini tentu dapat mengetahui teknik terbaru dalam pengambilan film, dan penggunaan teknologi baru seperti VFX untuk efek 3D. Ujar salah satu peserta diskusi yang anggota Kuflet.

Dr. Sulaiman Juned, M.Sn pendiri yang sekaligus Penasihat Kuflet mengatakan, walau dalam suasana Ramadhan tetap melaksanakan diskusi. Acara ini merupakan kegiatan rutin digelar Komunitas Seni Kuflet dalam upaya mengedukasi dan menginspirasi para anggota dalam berproses kreatif di dunia seni.

Semangat diskusi dan pembelajaran yang tinggi menjadi landasan utama bagi eksistensi komunitas ini dalam mengembangkan potensi kreatif anggotanya. Papar Penyair dan sutradara teater yang juga Dosen Jurusan Seni Teater ISI Padangpanjang. (*/akram)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Persiapan PORA 2026, DPRK Aceh Jaya Koordinasi dengan Kadispora Aceh

17 April 2024 - 20:53 WIB

Pansel Serahkan 15 Nama Calon Anggota Panwaslih Banda Aceh ke Komisi I

17 April 2024 - 09:36 WIB

Gerindra Usul Dek Fat Jadi Cawagub Pendamping Mualem

17 April 2024 - 06:25 WIB

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Terima Audiensi Pj. Bupati Singkil

16 April 2024 - 14:39 WIB

TRK Siap Bertarung di Pilkada Nagan Raya 2024

13 April 2024 - 13:47 WIB

BFLF Bagikan Manisnya Lebaran, Ratusan Pengungsi Rohingya di Banda Aceh Tersenyum Lebar

12 April 2024 - 18:32 WIB

Trending di METROPOLIS