Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 6 Apr 2024 21:08 WIB ·

Penyidik Polda Aceh Rampungkan Kasus Korupsi RS Regional Aceh Tengah


 Penyidik Polda Aceh Rampungkan Kasus Korupsi RS Regional Aceh Tengah Perbesar

RAKYAT ACEH l BANDA ACEH –  Penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh telah merampungkan (P-21) kasus korupsi pembangunan rumah sakit (RS) rujukan regional Aceh Tengah pada Jumat, 5 April 2024.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima surat resmi kelengkapan berkas perkara atau P-21 terkait penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah sakit rujukan regional Aceh Tengah.

“Pada Jumat, 5 April 2024, kami telah menerima surat resmi dari Kajati Aceh yang menjelaskan bahwa berkas perkara penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan rumah sakit rujukan regional Aceh Tengah telah lengkap atau P-21,” kata Kombes Winardy, dalam keterangannya, Sabtu (6/4/2024).

Winardy menyampaikan, sebelumnya Polda Aceh telah menurunkan tim ahli gabungan terkait kasus tersebut, yaitu dari Universitas Syiah Kuala dan Politeknik Lhokseumawe.

“Para ahli telah menyimpulkan, bahwa adanya pencurian atau pengurangan spesifikasi pekerjaan dan metode dalam pengerjaan rumah sakit tersebut,” ujarnya.

Kemudian, sambungnya, berdasarkan penghitungan ahli dari BPKP Provinsi Aceh juga dinyatakan adanya kerugian negara akibat runtuhnya rumah sakit regional tersebut sebanyak Rp1.1 miliar.

“Kesimpulan dari ahli, ditemukan adanya pengurangan spesifikasi pekerjaan. Hasil penghitungan dari BPKP Provinsi Aceh juga ditemukan kerugian negara. Selanjutnya penyidik akan berkoordinasi dengan JPU untuk pelaksanaan tahap II,” demikian, pungkas Winardy.

Dimana, pembangunan rumah sakit rujukan regional Aceh Tengah tersebut anggarannya bersumber dari APBA Otsus tahun 2011 dengan nilai kontrak Rp7.3 miliar.

Diketahui, dalam kasus tersebut, penyidik telah menetapkan lima tersangka, yaitu SM selaku KPA, JM selaku PPTK, KB selaku konsultan pengawas, SB selaku Direktur PT SBK, dan HD selaku pelaksana. (mag-99).

Artikel ini telah dibaca 1,011 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kemenkumham Aceh Terima Kunjungan Pemkab Nagan Raya, Bahas Raqan RTRW

30 May 2024 - 19:57 WIB

Data Luas Tambang Emas Tanpa Izin, Antara ESDM dan Walhi Selisih 49 Persen

30 May 2024 - 19:56 WIB

65 Personel Ditsamapta Polda Aceh Ikut Latkatpuan SAR Terbatas Air

30 May 2024 - 18:57 WIB

IWAPI Aceh Periode 2024-2029 Dilantik

30 May 2024 - 18:16 WIB

Dr. Muslem Sampaikan Tentang Kesetaraan Hak Disablitas Dalam Rapat Inventarisasi Kab/Kota

30 May 2024 - 17:37 WIB

Soal Status Caleg Terpilih Terlibat Sabu, Begini Kata KIP Aceh

30 May 2024 - 10:12 WIB

Trending di METROPOLIS