Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 23 Apr 2024 20:27 WIB ·

Pemkab Aceh Besar Dukung Prodi Magister STISNU Aceh di Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah


 Pemkab Aceh Besar Dukung Prodi Magister STISNU Aceh di Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah Perbesar

RAKYAT ACEH | KOTA JANTHO – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM mendukung pembukaan Program Studi Magister (S2) Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Nahdatul Ulama (STISNU) Aceh di Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah di Desa Dilib Bukti, Sukamakmur, Selasa (23/4/2024).

“Pemerintah Aceh Besar sangat mendukung upaya STISNU Aceh yang membuka program S2, karena ini sangat penting dalam rangka meningkatkan pendidikan, khususnya yang berkiprah menangani persoalan hukum keluarga,” kata Iswanto saat memberikan sambutan saat launching program pendidikan S2 itu.

Ia juga berharap hadirnya Tim Asesmen nantinya akan memberikan masukan terkait standar pelayanan dan standar operasional pendidikan Magister Sekolah Tinggi Islam Syari’ah Nahdatul Ulama. “Kita berharap kehadiran tim dari Jakarta dalam rangka asesmen lapangan, dapat melihat langsung keberadaan dan kesiapan kampus, serta dapat memberikan masukan agar program ini segera dapat berjalan,” harapnya.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam sekaligus Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah Tgk H Faisal Ali mengatakan, hadirnya program Magister akan mempengaruhi nilai bagi alumni Dayah pesantren yang telah menempuh Sarjana di STISNU.
“Legalitas pendidikan lanjutan setingkat Magister akan memberikan nilai lebih bagi alumni Dayah dan Pesantren sehingga bisa memberikan kontribusi dalam pemerintahan,” katanya.

Karena kata Ketua MPU Aceh ini, banyak alumni dayah yang ingin berkontribusi sebagai penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA) maupun pada lembaga keuangan syariah, namun masih terkendala dengan kemampuan akademik.
“Sehingga hadirnya program Magister ini diharapkan mampu menaungi serta menjawab persoalan tersebut,” harap Abu Faisal.

Dalam kesempatan itu juga, Ketua STISNU yang diwakili Ustadz Dr. Muhammad Yasir MA, menambahkan pengajuan prodi baru Magister tersebut merupakan keinginan para alumni STISNU Aceh dan masyarakat Aceh Besar secara umum yang telah mendapatkan gelar sarjana.

“Persoalan hukum keluarga memang masih menjadi dinamika dalam keseharian, sehingga hadirnya prodi ini untuk lebih memahami dijadikan dan perkembangan hukum keluarga,” imbuhnya.

Ia juga berharap pendidikan pasca sarjana ini dapat memberikan kontribusi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hukum keluarga islam. “Bisa memberikan kontribusi kepada pihak yang membutuhkan, misalnya kantor kementerian agama,” tutupnya.(**)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

UPTD RSAN Hadirkan Liga Panti Pertama di Indonesia

17 May 2024 - 20:57 WIB

Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK Gelar Workshop Strategi Penulisan Thesis Bagi Mahasiswa

17 May 2024 - 20:01 WIB

Propam Polda Aceh Tingkatkan Sinergitas Bersama POM TNI Kodam IM

17 May 2024 - 19:14 WIB

Anggota Panwaslih di Aceh Diminta Segera Lakukan Penyesuaian Diri Sesuai Tahapan Pilkada

17 May 2024 - 19:09 WIB

Ditsamapta Polda Aceh Bagikan Sembako Dalam Rangka Berkah Harkitnas

17 May 2024 - 19:05 WIB

Dinsos Aceh dan BSI Perkuat Koordinasi Terkait Penyaluran Bansos

17 May 2024 - 15:33 WIB

Trending di METROPOLIS