Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NASIONAL · 28 Apr 2024 16:34 WIB ·

Prabowo Tak Hadiri Undangan PKS


 RAIH 96,2 JUTA SUARA: Prabowo-Gibran bersama setelah ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih oleh KPU, Rabu (25/4). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS) Perbesar

RAIH 96,2 JUTA SUARA: Prabowo-Gibran bersama setelah ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih oleh KPU, Rabu (25/4). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

HARIANRAKYATACEH.COM – Sinyal-sinyal politik terus mengindikasikan bahwa PKS dan PDIP tidak akan bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo-Gibran. Kendati belum disampaikan secara resmi, dinamika politik terkini menunjukkan bahwa dua partai itu akan berada pada kutub oposisi.

PKS kemarin mengundang Prabowo Subianto dalam acara halalbihalal partai. Namun, Prabowo memilih tidak hadir. Bahkan, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang sempat dijadwalkan mewakili juga batal hadir.

Meski demikian, Sekjen PKS Aboe Bakar Al-Habsyi masih berdiplomasi saat ditanya wartawan. Dia menyebut ketidakhadiran Prabowo hanya alasan teknis. “Prabowo bukan tidak mau datang, bukan. Karena berbenturan ada acara yang sama,” ujarnya di DPP PKS kemarin.

Aboe yakin, upaya PKS bersilaturahmi dengan Prabowo akan berlangsung. Sebab, sudah ada dialog untuk mengatur jadwal pertemuan. ’’Kita tunggu saja nanti. Kan sudah pada kebagian, tinggal PKS aja nanti kebagian juga,’’ tuturnya.

 

Kendati Prabowo tidak menghadiri undangan resmi partainya, Ketua Umum PKS Ahmad Syaikhu belum bersedia disebut oposisi. Dia menegaskan, sesuai aturan partai, hal-hal strategis menjadi kewenangan majelis syuro. Apa pun yang diputuskan, DPP siap melaksanakan. ’’Baik di dalam maupun luar pemerintahan, PKS siap membangun bangsa,’’ tuturnya.

Dalam halalbihalal di kantor PKS kemarin, hampir semua unsur partai hadir. Bahkan, PDIP yang selama ini tidak cukup dekat juga mengirim utusannya, yakni Ketua Fraksi PDIP Utut Ardianto.

 

Ditolak Partai Gelora

Partai Gelora yang termasuk salah satu anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) menolak jika PKS ingin bergabung. Sekjen Partai Gelora Mahfuz Sidik menilai PKS kerap membuat narasi adu domba. Sehingga tidak cocok dengan visi KIM yang berkomitmen mendukung Prabowo-Gibran.

Menurut dia, selama masa kampanye Pilpres 2024, PKS juga melakukan serangan negatif secara masif kepada Prabowo-Gibran. Terutama kepada Gibran dan Presiden Jokowi. ’’Seingat saya, selama proses kampanye, di kalangan PKS banyak muncul narasi ideologis dalam menyerang sosok Prabowo-Gibran,’’ ujarnya. Narasi pembelahan itu, lanjut dia, tidak sesuai dengan pesan Jokowi dan Prabowo.
Di sisi lain, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menilai, akan positif jika PKS bergabung dalam koalisi. Menurut dia, persoalan bangsa yang kompleks membutuhkan uluran tangan banyak pihak. “Semakin memungkinkan kita mengajak para pihak untuk bersatu dalam mengatasi permasalahan kehidupan kebangsaan, prinsip dasarnya itu baik,” kata Paloh.

Namun, dia enggan masuk lebih dalam ke urusan internal partai lain. Dia menyerahkan keputusan pada PKS. Di mata Paloh, berada di dalam maupun di luar, PKS akan bisa berkontribusi. Sebab, PKS berpengalaman di dua posisi itu.

 

Di sisi lain, pesan keras kembali disampaikan PDIP kepada Presiden Jokowi. Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut kader-kader PDIP tidak menghendaki pertemuan Jokowi dengan Megawati. Hal itu disampaikan Hasto dalam rapat koordinasi di Majalengka, Jawa Barat, kemarin.

Hasto menyebut, banyak pengurus ranting dan cabang di daerah yang mengirim pesan penolakan atas wacana pertemuan itu. ’’Banyak pengurus ranting yang meminta agar jangan dilakukan (pertemuan Jokowi-Megawati, Red). Ini suara kebenaran. Pengurus di daerah ini bergabung dengan PDIP karena emotional bonding. Inilah kepemimpinan yang menyatu dengan napas rakyat,’’ tuturnya. (far/c18/oni)

Editor: Ilham Safutra

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Serangan Pejuang Palestina Kian Mematikan

18 May 2024 - 06:33 WIB

Dirlantas Polda Aceh: Kapolda Ucapkan Terima Kasih atas Kepatuhan Personel dalam Berlalu Lintas

17 May 2024 - 17:21 WIB

KIP Banda Aceh Imbau Masyarakat Gunakan Hak Pilih pada Pilkada 2024

17 May 2024 - 15:18 WIB

4.710 jamaah haji Aceh siap diberangkatkan ke Tanah Suci

17 May 2024 - 14:55 WIB

KKB Tembak Warga Sipil Hingga Tewas, Ditinggalkan Tergeletak Tanpa Busana

17 May 2024 - 14:43 WIB

Danrem Silaturahmi ke Waled Lapang, Semoga Aceh Lebih Baik

17 May 2024 - 14:26 WIB

Trending di LHOKSEUMAWE