Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 8 May 2024 19:56 WIB ·

Pj Gubernur Aceh Dukung Program Pengembangan Tambak Udang Lewat Teknologi eFishery


 Penjabat Gubernur Aceh, Bustami, SE, M.Si., mendampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria melakukan Simbolisasi Penebaran Benih Udang , Showcase Teknologi eFeeder eFishery, di lokasi tambak Kuala Village, Lampulo Banda Aceh, Rabu, (8/5/2024). FOTO BIRO ADPIM Perbesar

Penjabat Gubernur Aceh, Bustami, SE, M.Si., mendampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria melakukan Simbolisasi Penebaran Benih Udang , Showcase Teknologi eFeeder eFishery, di lokasi tambak Kuala Village, Lampulo Banda Aceh, Rabu, (8/5/2024). FOTO BIRO ADPIM

BANDA ACEH – Penjabat Gubernur Aceh, Bustami, mendukung program pengembangan tambak udang dengan penggunaan teknologi eFishery di Aceh. Ia yakin penggunaan teknologi dapat membawa manfaat peningkatan kuantitas dan kualitas produksi yang dihasilkan.

Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur dalam acara kick off program pengembangan dan pemberdayaan petambak dengan teknologi eFishery, di Resto Kuala Village Banda Aceh, Rabu, (8/5/2024).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Nezar Patria. Hadir juga para petambak dan pengusaha udang dalam wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

eFishery adalah perusahaan yang menyediakan teknologi untuk budidaya ikan dan udang dengan metode yang dapat mengatur pakan, benih, dan sarana produksi untuk meningkat produktivitas. Hasil dari panen dari tambak udang yang bekerja sama dengan eFishery juga akan ditampung langsung oleh perusahaan tersebut.

Pj Gubernur mengatakan, pemanfaatan teknologi tidak hanya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya udang, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan daya saing industri perikanan secara keseluruhan.

Bustami mengatakan, penggunaan teknologi sangat penting  di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakstabilan stok ikan dan udang di perairan dan tambak. Ia yakin dengan penggunaan teknologi, dapat meningkatkan efisiensi produksi, meminimalkan dampak lingkungan, dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan itu, Bustami mengapresiasi perusahaan teknologi perikanan eFishery atas pelaksanaan program tersebu.

“Dengan kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah, saya yakin kita dapat mencapai hasil yang luar biasa dalam meningkatkan produksi perikanan budidaya, khususnya udang, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Aceh,” kata Pj Gubernur Bustami.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Nezar Patria, menyampaikan terima kasih kepada eFishery yang telah mengaplikasikan produk teknologinya untuk pengembangan budidaya udang di Aceh. Ia berharap program tersebut dapat diterapkan di seluruh wilayah tambak udang yang ada di Aceh.

“Aceh memiliki potensi yang cukup besar alam, tanah dan airnya cukup potensial mengembangkan industri akuakultur, semoga bisa memberikan rantai nilai yang berguna bagi nelayan di Aceh,” kata Nezar.

Kepala Biro Regulasi dan Hubungan Pemerintah eFishery, Luciana Dita Chandra, mengatakan, dengan penggunaan teknologi eFhisery produksi udang akan lebih meningkat 70 persen dan dapat mempersingkat masa panen.

“Kalau biasanya 3 bulan, ini bisa 2 bulan,” kata Luciana.

Selain itu, pihaknya juga akan menampung hasil panen dari petambak udang di Aceh yang bekerja sama dengan pihaknya. Jika memang layak dan sesuai kriteria, maka akan diekspor ke pasar mereka di Amerika dan China.

Luciana menyebutkan, program eFhisery pihaknya itu telah menjangkau kerja sama dengan petambak dan pengusaha udang di 7 kabupaten/kota di Aceh, yaitu,  Banda Aceh , Aceh Besar, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh jaya, dan Aceh Timur. (ra)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Serangan Pejuang Palestina Kian Mematikan

18 May 2024 - 06:33 WIB

Dirlantas Polda Aceh: Kapolda Ucapkan Terima Kasih atas Kepatuhan Personel dalam Berlalu Lintas

17 May 2024 - 17:21 WIB

KIP Banda Aceh Imbau Masyarakat Gunakan Hak Pilih pada Pilkada 2024

17 May 2024 - 15:18 WIB

4.710 jamaah haji Aceh siap diberangkatkan ke Tanah Suci

17 May 2024 - 14:55 WIB

KKB Tembak Warga Sipil Hingga Tewas, Ditinggalkan Tergeletak Tanpa Busana

17 May 2024 - 14:43 WIB

Danrem Silaturahmi ke Waled Lapang, Semoga Aceh Lebih Baik

17 May 2024 - 14:26 WIB

Trending di LHOKSEUMAWE