Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 9 May 2024 09:18 WIB ·

BFLF Ikut Peringati Hari Thalasemia se Dunia


 BFLF Ikut Peringati Hari Thalasemia se Dunia Perbesar

RAKYAT ACEH | Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia memperingati Hari Thalasemia Sedunia bersama puluhan penderita Thalasemia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA). Hal ini dilakukan untuk mendukung dan menumbuhkan semangat bagi para penyintas thalasemia disana.

Dalam aksi Hari Thalasemia, BFLF membagikan paket berisi masker, sabun mandi, dan souvenir lainnya kepada para penyintas talasemia. Pihaknya juga memberikan informasi tentang rumah singgah yang tersedia dekat rumah sakit, serta ikut membantu mempersiapkan kebutuhan darah untuk transfusi.

Ketua Umum Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia, Michael Octaviano mengatakan jumlah penyintas thalasemia meningkat setiap tahunnya di Aceh, hampir mencapai 700 orang. Hal ini menjadi perhatian bersama untuk mencegah peningkatan tersebut dengan cara melakukan pemeriksaan darah sebelum menikah, sehingga pasangan yang bertemu tidak memiliki pembawa sifat thalasemia yang sama.

“Selain itu, kebutuhan darah untuk transfusi talasemia juga harus dipenuhi dengan darah yang sehat,” kata Michael Octaviano, di Banda Aceh, Rabu, 8 Mei 2024.

Michael mengatakan, penyintas thalasemia di Aceh kedepannya harus bisa melakukan transfusi di kabupaten atau kota tempat tinggal mereka, sehingga mereka tidak perlu melakukan perjalanan jauh ke Banda Aceh.

“Pemerintah daerah dan rumah sakit setempat perlu memperhatikan ketersediaan darah, alat-alat penyaringan, dan proses pengolahan darah ,” kata dia.

Menurutnya, ketersediaan obat zat klasi besi juga perlu diperhatikan untuk penyintas thalasemia guna mengurangi penumpukan zat besi dalam tubuh mereka. Saat ini, pelayanan ini masih terpusat di Rumah Sakit Dr. Zainoel Abidin, sehingga pasien talasemia dari 23 kabupaten dan kota di Aceh harus pergi ke sana untuk mendapatkannya.

“Kami juga mengharapkan perhatian khusus untuk Proses pendidikan anak penyintas talasemia yang terkadang terganggu karena harus berpergian jauh dan libur sekolah untuk berobat,” kata dia.

Michael menyebutkan, kerjasama dari semua pihak sangat diharapkan untuk membantu mengurangi beban penyintas thalasemia, Untuk Satu Orang Thalasemia Mayor Pemerintah Mengeluarkan Biaya sebesar Rp. 400 juta selama setahun

“Bagi yang membutuhkan, kami terbuka selama 24 jam, hubungi ke call center BFLF di 082370809008,” sebutnya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kemenkumham Aceh Terima Kunjungan Pemkab Nagan Raya, Bahas Raqan RTRW

30 May 2024 - 19:57 WIB

Data Luas Tambang Emas Tanpa Izin, Antara ESDM dan Walhi Selisih 49 Persen

30 May 2024 - 19:56 WIB

65 Personel Ditsamapta Polda Aceh Ikut Latkatpuan SAR Terbatas Air

30 May 2024 - 18:57 WIB

IWAPI Aceh Periode 2024-2029 Dilantik

30 May 2024 - 18:16 WIB

Dr. Muslem Sampaikan Tentang Kesetaraan Hak Disablitas Dalam Rapat Inventarisasi Kab/Kota

30 May 2024 - 17:37 WIB

Soal Status Caleg Terpilih Terlibat Sabu, Begini Kata KIP Aceh

30 May 2024 - 10:12 WIB

Trending di METROPOLIS