Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 13 May 2024 14:52 WIB ·

Tak Ada Lagi Tempat Mengungsi untuk Warga Rafah


 EVAKUASI : Pengungsi internal Palestina tiba di Khan Younis setelah meninggalkan Rafah menyusul perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh tentara Israel, Jalur Gaza selatan, Sabtu (11/5). EPA/MOHAMMED SABER Perbesar

EVAKUASI : Pengungsi internal Palestina tiba di Khan Younis setelah meninggalkan Rafah menyusul perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh tentara Israel, Jalur Gaza selatan, Sabtu (11/5). EPA/MOHAMMED SABER

RAKYATACEH | RAFAH – Warga Palestina yang mengungsi ke Rafah terpaksa harus kembali pindah setelah Israel mengeluarkan perintah evakuasi. PBB memperkirakan lebih dari 100 ribu orang melakukan evakuasi sementara pasukan Israel mengatakan 300 ribu orang.

“Mereka meminta kami pergi tiga kali, dan para tetangga datang dan mengatakan segera keluarga. Mereka mengirimkan perintah evakuasi ke seluruh wilayah. Apa yang harus kami lakukan di sini? Apakah kami menunggu sampai kami semua mati bertumpuk-tumpukan? Sehingga kami memutuskan lebih baik pergi,” kata seorang warga Rafah, Hanan al-Satari seperti dikutip dari Aljazirah, Sabtu (11/5).

Warga lainnya Faten Lafi mengatakan, warga dipaksa pergi setelah tentara Israel mengancam mereka, melalui sambungan telepon dan unggah di media sosial Facebook. “Kami pergi karena takut dan terpaksa. Kami pergi ke tempat yang tidak diketahui dan sama sekali tidak ada tempat aman, semua tempat tidak ada yang aman,” katanya.

Sementara itu militer Israel mengatakan operasi mereka dalam 24 jam terakhir di Rafah merupakan operasi terbatasan. Tapi Aljazirah melaporkan militer Israel terus memperluas operasinya, menggelar serangan udara dan pengeboman intensif yang dimulai dari pusat dan tengah-selatan Kota Rafah dekat Rumah Sakit Kuwait.

Serangan digelar dekat ribuan keluarga pengungsi mendirikan tenda-tenda sementara mereka di jalan atau zona evakuasi. Perintah evakuasi terbaru ini membuat orang-orang berada dalam ketidakpastian baru.

Warga tidak tahu harus pergi ke mana, terutama setelah adanya bukti “zona aman” yang ditetapkan militer Israel sama sekali tidak aman, banyak orang yang akhirnya terbunuh di dalam daerah yang ditetapkan sebagai zona aman.
Sejauh ini sudah banyak orang yang melarikan diri dari Rafah, namun masih ada lebih banyak lagi yang terjebak di daerah-daerah yang tidak dapat dievakuasi karena intensitas pengeboman dan kekuatan militer Israel yang ekstrem. (rol/hra)

 

 

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Sumur Minyak Ilegal di Alue Canang Terbakar

30 May 2024 - 23:06 WIB

Setelah PNA, Kini Giliran Demokrat Rekom Salman Alfarisi sebagai Bakal Calon Bupati Abdya 

30 May 2024 - 21:44 WIB

Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Peresmian Gedung Landmark BSI Aceh

30 May 2024 - 19:29 WIB

Biaya Rumah Sakit Korban Penusukan asal Pidie Tidak Ditanggung BPJS, Haji Uma Soroti Kehadiran LPSK di Aceh

30 May 2024 - 18:24 WIB

Resmikan Green Building BSI Aceh, Wapres Minta Jadi Poros Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

30 May 2024 - 14:51 WIB

Palestina minta Dewan Keamanan PBB lindungi Gaza

30 May 2024 - 14:45 WIB

Trending di INTERNASIONAL