Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 16 May 2024 14:39 WIB ·

PM Slovakia ditembak orang tak dikenal


 Ilustrasi penembakan dengan memakai senjata api. (ANTARA/doc.Pixabay) Perbesar

Ilustrasi penembakan dengan memakai senjata api. (ANTARA/doc.Pixabay)

HARIANRAKYATACEH.COM – Perdana Menteri Slovakia Robert Fico mengalami cedera parah karena ditembak seseorang yang tak dikenal usai menghadiri rapat pemerintah di Kota Handlova di bagian tengah negara tersebut, dikutip dari ANTARA.

Televisi setempat JOJ melaporkan bahwa Fico ditembak oleh pelaku saat dirinya keluar dari sebuah gedung untuk menemui masyarakat.

Meski demikian, wakil perdana menteri Slovakia, Tomas Taraba, pada Rabu (15/5) menyatakan bahwa tindakan medis yang segera diterima Fico di rumah sakit berhasil menyelamatkannya dari kondisi kritis.

 

“Sejauh yang saya tahu, operasinya berjalan lancar, dan saya yakin pada akhirnya ia akan selamat. Nyawanya sudah tidak lagi terancam saat ini,” kata Taraba kepada BBC.

Taraba menyebut PM Fico menderita luka parah di bagian perut dan sendi karena tertembus peluru tajam.

“Lukanya parah — satu peluru menembus perut dan peluru kedua mengenai sendinya. Ia segera dievakuasi ke rumah sakit dan langsung dibawa ke meja operasi,” kata dia.

Kantor berita TASR menyatakan bahwa pelaku penembakan langsung ditangkap. Identitas dan motif penembakan pelaku masih diselidiki hingga saat ini.

Namun, wartawan setempat, Thomas Verniek, melaporkan kepada media Inggris SkyNews bahwa pelaku merupakan seorang mantan petugas pengamanan.

Presiden Slovakia Zuzana Caputova dengan tegas mengutuk penembakan tersebut dan mendoakan supaya Fico segera pulih.

 

Sementara, Menteri Dalam Negeri Slovakia Matus Sutaj-Estok menyebut serangan tersebut merupakan “masa paling menyedihkan sepanjang 31 tahun sejarah Slovakia”.

Sutaj-Estok menegaskan bahwa serangan terhadap perdana menteri tidak hanya merupakan serangan terhadap individu, tapi juga merupakan serangan terhadap demokrasi dan institusi negara itu sendiri.

Editor: Banu Adikara

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Serangan Pejuang Palestina Kian Mematikan

18 May 2024 - 06:33 WIB

Dirlantas Polda Aceh: Kapolda Ucapkan Terima Kasih atas Kepatuhan Personel dalam Berlalu Lintas

17 May 2024 - 17:21 WIB

KIP Banda Aceh Imbau Masyarakat Gunakan Hak Pilih pada Pilkada 2024

17 May 2024 - 15:18 WIB

4.710 jamaah haji Aceh siap diberangkatkan ke Tanah Suci

17 May 2024 - 14:55 WIB

KKB Tembak Warga Sipil Hingga Tewas, Ditinggalkan Tergeletak Tanpa Busana

17 May 2024 - 14:43 WIB

Danrem Silaturahmi ke Waled Lapang, Semoga Aceh Lebih Baik

17 May 2024 - 14:26 WIB

Trending di LHOKSEUMAWE