Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NANGGROE TIMUR · 22 May 2024 13:42 WIB ·

Ekskul Pramuka Tak Wajib di Sekolah Dicabut, Mualem: Itu Pembodohan


 Ketua Kwarda Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem saat menjawab pertanyaan wartawan di Aceh Tamiang, Selasa (21/5/2024). RAKYAT ACEH/DEDE Perbesar

Ketua Kwarda Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem saat menjawab pertanyaan wartawan di Aceh Tamiang, Selasa (21/5/2024). RAKYAT ACEH/DEDE

RAKYAT ACEH | KUALA SIMPANG – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dapat memastikan peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknolagi (Kemendikbudristek) Nomor: 12/2024 telah dicabut.

Aturan baru Kemendikbudristek RI tentang kurikulum jenjang PAUD hingga Pendidikan Menengah yang menyebutkan Pramuka tidak lagi menjadi ekstrakulikuler (ekskul) wajib di sekolah gagal diterapkan.

Eks Panglima GAM ini mengetahui hal itu setelah pihaknya mengikuti rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur di hadiri seluruh Ketua Kwarda beberapa waktu lalu.

“Kami ada rapat di Cibubur, jadi masalah pendidikan ekskul Pramuka kami sudah protes semua. Kwarda-Kwarda se Indonesia berontak jadi peraturan itu cacat, ini batal, gagal,” kata Mualem disela pengukuhan pengurus Mabicab-Kwarcab Gerakan Pramuka Aceh Tamiang periode 2023-2028 di Karang Baru, Selasa (21/5).

Menurut Mualem hasil rapat nasional di Cibubur itu semua protap dengan sekitika telah dicabut oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek.

“Semuanya kita yang sah-sah saja kan, nanti kalau dihapuskan pramuka yang rugi mereka semua. Pembodohan itu,” tegasnya.

Sementara, ujar Mualem, di Aceh sendiri ekskul pramuka telah merambah ke lingkungan dayah/pesantren bekerja sama dengan Kemenag pusat hingga daerah. Lembaga Kemenag dinilai cukup antusias dalam menerima kegiatan kepramukaan masuk dayah.

“Kita melihat Kemenag lebih arif, saya rasa mereka menyetujui bahkan di Aceh sudah ada beberapa pesantren aktif bergabung melalui Kwarcab-Kwarcab kita,” ujarnya.

Mualem datang ke Aceh Tamiang khusus mengukuhkan pengurus Mabicab dan Kwarcab Gerakan Pramuka yang baru. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Aceh No. 43/2024 tentang Susunan Pengurus Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang periode 2023-2028 sebanyak 89 orang.

Adapun susunan pengurus inti Kwarcab Aceh Tamiang yakni, Agus Salim (Ketua), Hadi Firmasyah (Ketua Harian), A Meyrshal Nasution (Sekretaris) dan Fadly Ikhsan (Bendahara) serta jajaran yang mengisi Bidang-Bidang lainnya.

Ketua Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang, Agus Salim berjanji akan membawa organisasi kepanduan itu lebih maju lagi dimasa mendatang. Ia meyakini dengan keterlibatan berbagai pihak termasuk anggota dewan di dalamnya, maka Pramuka Aceh Tamiang semakin maju dan lebih aktif lagi.

“Yang jelas saya beserta jajaran Pramuka Aceh Tamiang akan berusaha memajukan organisasi ini lebih maju lagi. Nah, itu lah tujuan saya selaku ketua, dengan melibatkan sejumlah anggota DPRA dan DPRK dapat kiranya memplotkan porsi anggaran untuk membangun berbagai kegiatan Pramuka Aceh Tamiang,” kata Agus. (ddh)

 

 

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Diibaratkan Sebagai PSSB Baru, Pj Bupati Bireuen Siap Dukung Tim Juang Fc

14 June 2024 - 20:39 WIB

Mukhlis Takabeya Salurkan Zakat untuk 1.250 Fakir Miskin

14 June 2024 - 17:32 WIB

Waled Nuruzzahri Silaturahmi ke LPI Ummul Mahabbah

14 June 2024 - 11:45 WIB

Dr. Muslem MA Bahas Toleransi Beragama di Aceh dalam Forum Diskusi CSCR UIN Jakarta

13 June 2024 - 22:13 WIB

Pemkab Pidie Jaya Salurkan Bantuan Sosial Fakir Miskin dan Yatim Piatu

13 June 2024 - 17:01 WIB

RA Tgk Lampucok Ulee Gle Lepas 50 Siswa

12 June 2024 - 15:46 WIB

Trending di NANGGROE TIMUR