Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 26 May 2024 14:08 WIB ·

Fit dan Propert Test Partai Demokrat, Amal Hasan Tawarkan Konsep Rebranding Aceh Jaya


 Fit dan Propert Test Partai Demokrat, Amal Hasan Tawarkan Konsep Rebranding Aceh Jaya Perbesar

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Kabupaten Aceh Jaya memiliki banyak potensi alam untuk dikembangkan baik secara ekonomi maupun secara politik. Berbagai program pembangunan harus dipetakan secara terukur, tepat guna tepat sasaran dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan bakal calon (Balon) Bupati Aceh Jaya Amal Hasan, SE, M.Si, saat mengikuti tahapan Fit dan Propert Test di hadapan Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah Partai Demokrat di Kantor Dewan Pimpunan Daerah (DPD) Demokrat Aceh di Luengbata, Banda Aceh Sabtu, 25 Mei 2024.

Amal Hasan yang juga Ketua Ikatan Keluarga Aceh Jaya (Ikajaya) ini memenuhi undangan tim 9 DPD Partai Demokrat Aceh untuk mengikuti fit and propertest setelah sebelumnya pada Selasa, 21 Mei 2024 mendaftar ke partai tersebut yang disambut secara khusus dan diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya (TRH).

Tim 9 tersebut yang diketuai Arif Fadillah dengan angota tim HT Ibrahim, M Yunus Ilyas, Muhammad Saleh, H. Muzakkar, Andry Agung, Iswadi serta pengurus DPD Demokrat Aceh lainnya. Pria kelahiran Calang, 1 Oktober 1968 ini menjelaskan, bahwa selama ini kabupaten Aceh Jaya dengan berbagai potensi alam yang melimpah dan memiliki sektor-sektor andalan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat dan daerah, pada kenyataannya terkesan masih jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah pemekaran lainnya.

“Tentu hal ini menjadi fenomena yang tidak menguntungkan bagi masyarakat dan generasi masa depan Aceh Jaya dalam jangka panjang. Idealnya, seluruh potensi sumber daya yang ada di Aceh Jaya bisa dikelola dan dimanfaatkan secara tepat untuk mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerah dalam berbagai aspek pembangunan secara berkelanjutan,” kata Amal Hasan.

Menurut Amal Hasan, Ekonom yang merupakan salah satu pentolan Bank Aceh mantan Direktur ini melihat ada beberapa permasalahan klasik yang menjadi hambatan dalam tata kelola pemerintahan Aceh Jaya. Diperlukan beberapa strategi khusus untuk menata kembali Aceh Jaya menuju masa depan yang lebih baik dengan merubah paradigma dasar dari keterlibatan seluruh stakeholder dalam berbagai peran untuk membangun Aceh Jaya secara kolaboratif.

Ia menjelaskan, berbagai perubahan regulasi, tekhnologi dan kondisi lingkungan serta pranata sosial masyarakat harus kita sesuaikan dengan budaya dan karakter lokal yang lebih kuat.

“Isu-isu sektoral dan primordial perlu disesuaikan dengan kearifan lokal yang sepatutnya, kita akan lakukan proses metamorfosa secara alamiah untuk rebranding Aceh Jaya menuju kejayaan masa depannya,” tambah Amal Hasan.

Amal Hasan melanjutkan, rebranding Aceh Jaya harus dilakukan melalui modernisasi berbagai program sesuai kebutuhan dan tuntutan zaman. Ia mencontohkan, selama ini seluruh sumber daya dan sektor ekonomi andalan di Aceh Jaya hanya dikelola oleh masyarakat secara tradisional dan turun temurun tanpa kehadiran pemerintah secara maksimal.

Masyarakat yang bekerja dan terlibat diberbagai sektor ekonomi masih dipandang sebagai pekerja tradisional dalam perspektif yang orientasinya lebih kepada mencari dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bukan dalam perspektif meningkatkan produktifitas secara ekonomi. “Ini persoalan serius yang harus ditata oleh pemimpin Aceh Jaya ke depan,” tegasnya.

Amal Hasan yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK) ini menambahkan, kita ingin kedepan nanti stigma petani, nelayan, pekebun, pedagang, pelaku wisata dan lain sebagainya harus bertranformasi menjadi wira usaha yang lebih mandiri dan berorientasi kepada peningkatan kapasitas kapabilitas secara terintegrasi agar paradigma baru terhadap peran dan keterlibatan masyarakat dalam berbagai bidang dapat mengangkat harkat dan martabat sosialnya dalam berbagai perspektif.

Selain itu kata Amal Hasan, dirinya juga akan membangun karakter wirausaha dengan jiwa enterprenurship yang kuat agar masyarakat bisa mendapatkan peluang dan manfaat ekonomi yang bernilai tambah. Aceh Jaya punya segalanya untuk pengembangan kawasan melalui 4 pilar pembangunan masa depan yang telah dipetakan dalam visi misi pembangunan masa depan. Empat pilar tersebut yaitu pilar ekonomi, pilar birokrasi, pilar diplomasi, pilar syariat Islam.

“Kalau kami mendapat amanah kepercayaan dan dukungan dari seluruh masyarakat serta mitra partai politik untuk memipin Aceh Jaya, kami berkomitmen menjalankan visi misi ini sebagai panduan dan langkah utama dalam tatakelola pemerintahan Aceh Jaya kedepan, kita berkomitmen dengan niat tulus ikhlas untuk mengabdikan seluruh potensi yang ada untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Aceh Jaya,” pungkas Amal Hasan.[]

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Empat Atlet Golf Aceh TC di PIM Lhokseumawe

24 June 2024 - 19:37 WIB

Capella Honda Mengajak Jurnalis untuk Bersih-Bersih Pantai Sabang

24 June 2024 - 16:09 WIB

Kasdim Menghadiri Acara Pelantikan dan Bimbingan Teknis

24 June 2024 - 14:36 WIB

Atlet KONI Aceh Rebut Tiga Emas di Kejurnas, Abu Razak: Modal Menuju PON 2024

24 June 2024 - 11:03 WIB

Pj Bupati Aceh Besar Bekali Mahasiswa KKN USK

22 June 2024 - 17:53 WIB

Pemko Banda Aceh akan Intensifkan Penertiban Gepeng

22 June 2024 - 14:22 WIB

Trending di METROPOLIS