Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

GAYO-ALAS · 29 May 2024 17:55 WIB ·

Ajukan Penangguhan Penahanan, Anggota DPRK Terpilih, Mukim dan Kepala Desa jadi Jaminan


 Ajukan Penangguhan Penahanan, Anggota DPRK Terpilih, Mukim dan Kepala Desa jadi Jaminan Perbesar

RAKYAT ACEH | SUBULUSSALAM – Isu perkara dugaan pencurian buah berondolan kelapa sawit milik PT. Mitra Sejahtera Sejati Bersama (MSSB) yang dilakukan tiga orang warga Sepadan yang kini di tahan di Mapolres Subulussalam menjadi perhatian sejumlah kalangan.

Pengacara ketiga tersangka, Kaya Alim mengajukan permohonan penangguhan penahanan kliennya. Kaya Alim menyebut mulai anggota DPRK terpilih, Kepala Mukim Binanga dan Kepala Desa Sepadan menjadi penjamin penangguhan penahanan.

“Suratnya sudah kita masukkan ke Polres Subulussalam. Mudah-mudahan penyidik dapat mengabulkan permohonan tersebut menimbang keluarga ketiga tersangka saat ini sangat memperhatikan dari segi ekonomi, karena para tersangka merupakan tulang punggung keluarga,” ungkap Kaya Alim, Rabu, 29 Mei 2024.

Menurut Kaya Alim, permohonan penangguhan penahanan diajukan dengan alasan kemanusiaan.

“Ini alasan kemanusiaan, kini istri para tersangka terpaksa menitipkan anak-anaknya untuk bekerja karena tulang punggung keluarga saat ini ditahan di Mapolres Subulussalam. Kasihan melihat ekonomi ketiga tersangka. Mereka mengambil buah berondolan karena keadaan ekonomi meski mengambil buah berondolan milik orang lain tidak dibenarkan,” tambah Kaya Alim.

Terlihat dalam surat tiga orang penjamin tersebut, ada empat poin jaminan terhadap kasus yang menjerat tiga warga Sepadan itu di antaranya, penjamin memastikan ketiga tersangka tidak akan melarikan diri, tidak merusak atau menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi tindak pidana dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan.

Sebelumnya, tiga warga Desa Sepadan, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, ditahan karena diduga mengambil buah berondolan kelapa sawit milik PT. Mitra Sejahtera Sejati Bersama (MSSB) pada tanggal 18 Mei 2024. (lim/hra)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Polda Aceh Turunkan Tim Usut Dugaan Korupsi di Pasar Ketol

25 June 2024 - 15:13 WIB

Karyawan BPRS Gayo Diduga Lakukan Pencucian Uang Nasabah Rp40 Milliar

10 June 2024 - 17:51 WIB

Pemkab Agara Jajaki Kerjasama Antar Daerah

7 June 2024 - 08:00 WIB

YARA Desak Pj Walikota Subulussalam Bentuk Tim Audit Perusahaan Kelapa Sawit

5 June 2024 - 15:29 WIB

Index IKM Dinas DPMPTSP Aceh Tenggara Capai Angka Predikat Baik

3 June 2024 - 16:01 WIB

M Salim Fakhry Berebut Kursi Gerindra Untuk Bacakada Agara

1 June 2024 - 19:18 WIB

Trending di GAYO-ALAS