Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 30 May 2024 19:56 WIB ·

Data Luas Tambang Emas Tanpa Izin, Antara ESDM dan Walhi Selisih 49 Persen


 Direktur WALHI Aceh, Ahmad Shalihin | FOTO: IRMAYUNI Perbesar

Direktur WALHI Aceh, Ahmad Shalihin | FOTO: IRMAYUNI

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Jumlah luas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Aceh selisih hingga 49,13 persen antara data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Kamis (30/5).

Berdasarkan kajian Walhi Aceh saat melakukan vegetasi melalui citra satelit dan kunjungan lapangan dari bulan Juli hingga Agustus 2023 ditemukan jumlah yang jauh lebih besar terkait luas PETI Aceh.

Diketahui, ESDM hanya mencatat luas PETI sekitar 1.720 hektar. Namun Walhi Aceh telah menemukan luas PETI di Aceh mencapai 3.500 hektar di 7 Kabupaten yaitu Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Pidie, dan Aceh Selatan.

Sehingga, berdasarkan data tersebut mengalami perbedaan angka yang cukup besar yaitu sebesar 49,13 persen mengalami perselisihan hingga 1.780 hektar.

“Data yang kita dapatkan itu hanya selama 3 bulan mulai dari juli hingga Agustus, melakukan vegetasi melalui citra satelit dan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi, yang mendapatkan jumlah hampir 50 persen lebih luas dari datanya ESDM,” kata Direktur WALHI Aceh, Ahmad Shalihin.

Dimana, hasil kajian WALHI Aceh terkait luas PETI di Aceh jauh lebih besar dari pada yang dilaporkan oleh ESDM Aceh. “Kami tidak tahu bagaimana ESDM mendata itu, kok cuma 1.720 hektar, sedangkan yang kami data itu ada 3.500 dan itu baru 3 bulan,” ujarnya.

Sehingga, menurut Ahmad Shalihin untuk luas PETI tersebut sangat berpotensi adanya lahan yang lebih luas lagi. Hal tersebut dikarenakan pihaknya masih memvegetasi di 7 Kabupaten saja.

“Itu sangat berpotensi lebih luas lagi, karena hanya 7 Kabupaten yang kita vegetasi,” jelasnya.

Kemudian, WALHI Aceh juga kembali mendapatkan penambahan Data luas PETI yaitu seluas 6000 hektar lebih dari bulan Januari hingga Mei 2024.

“Kalau data sampai sekarang kami punya sampai 6000 lebih tapi belum kami rilis. Nah pada bulan Mei ada penambahan 3000 lebih dari Januari April sudah ada penambahan 2000 hektar lagi,” ungkapnya.

Atas data yang telah didapat tersebut, WALHI Aceh akan melihat bagaimana respon ESDM setelah dirilisnya data tersebut. Yang jelas WALHI Aceh memiliki foto dan titik koordinat yang lengkap. (mag-99/rif)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Tema Khutbah Idul Adha 1445 H Para Pengurus ISAD di Sejumlah Masjid di Aceh, Tgk Mustafa Husen di Aceh Barat, Tgk Alwy Akbar di Langsa

15 June 2024 - 12:43 WIB

SEMMI Aceh Udang Khusus Muhammad Nazar Untuk Sampaikan Orasi Ilmiah

14 June 2024 - 22:24 WIB

Ibrahim Anak Berkewarganegaraan Ganda Pilih Jadi WNI, Ini Kata Kadiv Pelayanan Hukum dan HAM

14 June 2024 - 22:21 WIB

Musannif dan Fachrul Razi Siap Pimpin Aceh Besar dan Banda Aceh

14 June 2024 - 19:10 WIB

Babinsa Koramil Darul Kamal Bantu Pompanisasi untuk Sawah Penduduk

14 June 2024 - 18:23 WIB

Tasyakur Al-Qur’an Dayah Nurul Fikri Aceh Dihiasi Pengibaran Bendera Palestina dan Indonesia

14 June 2024 - 16:03 WIB

Trending di METROPOLIS