Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NANGGROE BARAT · 3 Jun 2024 18:17 WIB ·

Pemerintah Pusat Akomodir 10 Unit Pompa Air untuk Simeulue


 Pemerintah Pusat Akomodir 10 Unit Pompa Air untuk Simeulue Perbesar

RAKYAT ACEH | SINABANG – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simeulue, Samsur menyatakan saat ini petani didaerahnya masih mengandalkan sistem tanah hujan, sehingga telah di usulkan pengajuan kepada pemerintah pusat sebanyak 500 unit pompa air, untuk memaksimalkan hasil pertanian.

“Dengan geografis kepulauan yang terpisah, maka untuk bidang pertanian di Simeulue membutuhkan sarana dan prasarana yang maksimal. Salah satunya kebutuhan pompa air, sebab saat ini pertanian kita masih mengandalkan sistim tadah hujan. Yang kita usulkan sebanyak 500 unit pompa air, yang terealisasi hanya 10 unit,” kata Samsuar, Senin, 3 Juni 2024.

Padahal sebut Kadistan Simeulue, sarana pompa air itu sangat penting, sehingga nantinya kegiatan Upaya Khusus (Upsus) optimasi lahan rawa seluas 4.218,55 hektar yang tersebar di 10 kecamatan itu tidak terkendala, mengingat adanya warning dari BMKG RI, bahwa bakal terjadi cuaca ekstrim kemarau selama dua bulan dan berpotensi terjadi rawan pangan.

Wahyudi, Liaison Officer (LO) Kementan RI, juga tidak menapik hanya 10 unit pompa air yang diakomodir pemerintah pusat untuk petani di Kabupaten Simeulue, namun usulan itu akan dipenuhi secara bertahap.

“Benar yang terpenuhi hanya 10 unit, namun ini bertahap akan dipenuhi, sebab pompa air ini tidak hanya Simeulue, tapi seluruh daerah yang ada di Indonesia,” katanya.

Liaison Officer (LO) Kementan RI, yang menyebutkan warning akan terjadi kemarau itu, bakal berpotensi darurat pangan serta semakin dikhawatirkan bahwa untuk sementara ini ada beberapa negara, yakni negara Cina (Tiongkok), negara Thailand dan negara Vietnam, yang tidak bersedia lagi untuk ekspor berasnya keluar negeri termasuk ke Indonesia.

“Warning cuaca ekstrim musim kemarau akan terjadi selama dua bulan, sehingga bakal terjadi darurat pangan dan ini akan semakin sulit dan sangat dikhawatirkan sebab beberapa negara seperti Cina, Thailand dan Vietnam tidak lagi ekspor beras. Maka kita harus dilakukan optomasi, perluasan areal tanam dan peningkatan padi dan lainnya,” imbuh Wahyudi.

Dandim 0115 Simeulue, Letkol Kav Mahdan Almahirsyah, juga menyatakan komitmen seriusnya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

“Kodim 0115 Simeulue sangat komitmen untuk kepentingan pembangunan, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk untuk aktifkan badan usaha Primkopad di Simeulue, yang saat ini masih menunggu proses adminstrasi dan siap menampung gabah padi milik petani,” kata Letkol Kav Mahdan Almahirsyah. (ahi/hra)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Sah, KIP Tetapkan 20 Nama Yang Akan Duduk di Kursi Wakil Rakyat Simeulue

14 June 2024 - 18:30 WIB

Satlantas Polres Abdya Tangani 48 Kasus Laka Lantas

14 June 2024 - 08:18 WIB

Mopen tabrak truk muatan kayu di Pidie, warga Aceh Barat meninggal dunia

13 June 2024 - 15:00 WIB

Dewan Simeulue, Usulkan Tiga Nama Pengganti Pj Bupati Ahmadlyah

12 June 2024 - 11:00 WIB

“Beo Simeulue” Terancam Hilang dari Muka Bumi

10 June 2024 - 19:02 WIB

AMPI Nagan Raya Siap Mendukung Penuh TRK sebagai Calon Bupati Nagan Raya pada Pilkada 2024

10 June 2024 - 14:32 WIB

Trending di NANGGROE BARAT