Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NANGGROE TIMUR · 6 Jun 2024 19:14 WIB ·

Rektor IAI Almuslim Aceh Jadi Narasumber di Konfrensi Internasional


 IAI Almuslim Aceh, Dr Nazaruddin Abdullah MA menjadi narasumber pada KAIB IX yang berlangsung di UNISSA Brunai Darussalam, Rabu (5/6).
FOR RAKYAT ACEH Perbesar

IAI Almuslim Aceh, Dr Nazaruddin Abdullah MA menjadi narasumber pada KAIB IX yang berlangsung di UNISSA Brunai Darussalam, Rabu (5/6). FOR RAKYAT ACEH

RAKYATACEH | BIREUEN – Rektor Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh, Dr Nazaruddin Abdullah MA menjadi salah satu narasumber pada Konfrensi Antar Bangsa Islam Borneo (KAIB IX) yang berlangsung di Internasional Conventoin Center Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunai Darussalam, Rabu (5/6).

 

Konfrensi tersebut berlangsung selama dua hari, terhitung sejak 5-6 Juni 2024 mendatang.

 

Rektor IAI Almuslim, Dr Nazaruddin kepada Rakyat Aceh mengatakan, konfrensi itu mengusung tema “Developing Islamic Sustainable Urban and Communities”, dan diikuti oleh lebih 40 peguruan tinggi dari beberapa negara.

 

“Konfrensi antar bangsa islam Borneo merupakan agenda tahunan dari pusat penyelidikan dan perkembangan islam Borneo yang bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam upaya pembangunan dan penyelidikan islam di kepulauan Borneo,” ujar Rektor Nazar.

 

Disebutkan, dalam upaya membangun peradaban islam yang kuat diperlukan ilmu pengetahuan yang dibangun melalui pendekatan riset dari bergagai disiplin ilmu.

 

“Konfrensi itu dibuka secara langsung oleh Sultan Brunai Darussalam, Sultan H Hassanal Bolkiah Mau’izaddin Wad Daulah bin Omar Ali Saifuddin tersebut, dihadiri oleh lebih kurang 1.000 peserta dari bergagai negara dan berbagai institusi,” sebut Rektor IAI Almuslim.

 

Sultan dalam sambutannya menyampaikan bahwa konfrensi antar bangsa Islam Borneo ini menjadi ajang untuk menggali kembali berbagai sejarah dan peninggalan islam untuk dijadikan sebagai pijakan dalam rangka membangun peradaban masa depan.

 

Lebih lanjut, sultan menyampaikan bahwa kepulauan Borneo yang kaya dengan sumber daya alam, sedianya juga kaya dengan sumber rohani dan pengetahuan dalam rangka membangun khazanah keilmuan menuju masyarakat melayu yang lebih maju sesuai dengan tamaddun keislamam.

 

Di akhir sambutannya, Sultan berharap agar manuskrip-manuskrip peninggalan zaman dahulu bisa di akses oleh segenap lapiran masyarakat melalui teknologi digital yang dewasa ini terus berkembang, sehingga peninggalan-peningalan sejarah itu tidak hanya menjadi pajangan di sejumlah musium akan tetapi menjadi media pembelajaran bagi generasi muda dewasa ini.

 

Sebelumnya, Rektor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Dr Nur Affan bin Zainal selaku tuan rumah kegiatan dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada semua narasumber dan pasrtisipan yang telah bersedia menyukseskan konfrensi tersebut.

 

Dia juga berharap agar konfrensi yang diselenggarakan selam dua hari tersebut memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan islam dimasa depan dengan tetap mewujudkan nilai-nilai kebersamaan dan perdamaian bagi segenap masyarakat terutama di dunia islam.

 

Diketahui, Rektor Nazaruddin yang tampil di hari pertama konfrensi memaparkan sebuah hasil risetnya dengan judul “Koran Literacy of Illegal Immigrant in Kuala Lumpur”.

 

Menurut hasil temuan penelitiannya, bahwa banyak anak-anak imigran dari Indonesia yang berada di Kuala lumpur yang tidak memperoleh pendidikan yang layak, hal disebabkan oleh sejumlah faktor.

 

Yang lebih disayangkan, khususnya bagi anak-anak imigran yang muslim, kemampuan mereka terhadap penguasaan Alquran sangat terbatas, bahkan ada cukup banyak di antara mereka yang tidak mampu mengenal huruf-huruf Alquran.

 

Hal ini seharusnya menjadi perhatian bagi semua pihak khususnya bagi masyarakat muslim di wilayah Borneo guna untuk membangkitkan kembali islam dimasa mendatang. (akh)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dr. Muslem MA Bahas Toleransi Beragama di Aceh dalam Forum Diskusi CSCR UIN Jakarta

13 June 2024 - 22:13 WIB

Pemkab Pidie Jaya Salurkan Bantuan Sosial Fakir Miskin dan Yatim Piatu

13 June 2024 - 17:01 WIB

RA Tgk Lampucok Ulee Gle Lepas 50 Siswa

12 June 2024 - 15:46 WIB

YARA Minta Menteri Dalam Negeri Copot Penjabat Bupati Bireuen

11 June 2024 - 19:18 WIB

Santriwati Berprestasi di Dayah Darul Ulum Al- Munawwarah Terima Hadiah Tiket Umrah

10 June 2024 - 16:48 WIB

Wakapolda Aceh Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Pesantren Babul Ulum

7 June 2024 - 19:40 WIB

Trending di NANGGROE TIMUR