Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 7 Jun 2024 22:23 WIB ·

Pemanfaatan Sel Fotovoltaik: Solusi Energi Terbarukan di Pedesaan Aceh


 Pemanfaatan Sel Fotovoltaik: Solusi Energi Terbarukan di Pedesaan Aceh Perbesar

RAKYAT ACEH | Energi merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia, terutama di daerah pedesaan Aceh. Permasalahan energi menjadi semakin kompleks ketika kebutuhan yang meningkat akan energi dari seluruh negara di dunia untuk menopang pertumbuhan ekonominya justru membuat persediaan cadangan energi konvensional menjadi semakin sedikit. Saat ini total kebutuhan energi di seluruh dunia mencapai 10 Terra Watt (setara dengan 3 x 1020 Joule/ tahun) dan diprediksi jumlah ini akan terus meningkat hingga mencapai 30 Terra Watt pada tahun 2030.

Kebutuhan yang meningkat terhadap energi juga pada kenyataannya bertabrakan dengan kebutuhan umat manusia untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari polusi.

Matahari merupakan sumber energi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan energi masa depan setelah berbagai sumber energi konvensional berkurang jumlahnya serta tidak ramah terhadap lingkungan. Total kebutuhan energi yang berjumlah 10 TW tersebut setara dengan 3 x 1020 J setiap tahunnya. Energi baru dan terbarukan seperti energi matahari menjadi perhatian besar dalam komunitas industri dan sains saat ini (Salem et al., 2019). Energi surya, sumber energi terbesar di dunia, sebagai sumber energi terbarukan, murah dan bebas emisi, mempunyai peranan khusus dalam penyediaan energi (Panchabikesan et al., 2019). Saat ini, karena kebutuhan untuk memanfaatkan energi matahari, berbagai bentuk sistem produksi tenaga surya telah dikembangkan di berbagai negara dengan kapasitas radiasi matahari yang tepat, sehingga listriknya disalurkan ke jaringan nasional (Devi, 2018). Saat ini, sekitar 178 GW pasokan listrik dihasilkan oleh energi surya (Shayan & Najafi, 2019).

Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan sel fotovoltaik atau panel surya sebagai sumber energi terbarukan semakin meningkat, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional. Provinsi Acehmerupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan banyak desa terpencil, mulai memanfaatkan teknologi sel fotovoltaik untuk memenuhi kebutuhan energi. Penggunaan sel fotovoltaik di Aceh menunjukkan potensi besar dalam mengatasi masalah kekurangan listrik dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Penggunaan sel fotovoltaik di Aceh diawali dengan beberapa proyek percontohan di desa-desa terpencil yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN.

Energi listrik dari sel fotovoltaik dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan mengurangi emisi gasrumah kaca dari pembangkit listrik dan berperan mengurangi pemanasan global, dan mengurangi ketergantungan sumber-sumber energi yang diluar Indonesia. Prinsip kerja fotovoltaik dan perangkat semikonduktor didasarkan pada efek fotolistrik. Penelitian ekstensif mengenai efek fotovoltaik (PV) telah menghasilkan tiga generasi sel surya. Sel fotovoltaik dapat beroperasi hingga 25-30 tahun dengan perawatan minimal, memiliki efisiensi 67,4%, dan panel nano silikon dapat menangkap 96,7% cahaya. Penggunaan nanokomposit pada sel fotovoltaik dapat menghasilkan pengurangan kompensasi bahan bakar 1,5 miliar dan pengurangan CO2 5 miliar kilogram dan katalis untuk melapisi panel mengurangi polutan. Sel fotovoltaik yang menggunakan nanosilikon dapatbertahan lama, memproduksi energi yang terbarukan dan dapat didaur ulang. Sel fotovoltaik yang tidak menggunakan minyak atau gas dan tidak menghasilkan limbah adalah solusi terbaik untuk masalah lingkungan. Keuntungan utama yang menarik dari sistem Energi Tenaga Surya Fotovoltaik (KEMINDIKBUD, 2015) adalah:

Sistem Bersifat Modular
Dapat Dipasang Dengan Mudah
Dapat Ditempatkan Di Mana Saja Tidak Perlu Transportasi Bahan Bakar
Tidak Menimbulkan Kebisingan Dan Polusi
Tidak Memerlukan Perawatan Yang Signifikan
Sistem Sederhana Sehingga Tidak Memerlukan Pelatihan Khusus Dari Pemakai Atau Pengelola
Biaya Operasional Rendah

Sistem energi fotovoltaik, juga dikenal sebagai sistem energi Surya Fotovoltaik (SESF), menggunakan energi surya sebagai sumber daya. Bergantung pada kebutuhan, konsep desain SESF dapat dirancang dengan berbagai cara (KEMINDIKBUD, 2015), misalnya untuk :

Catudaya langsung ke beban
Sistem DC yang memeliki baterai
Sistem arus bolak-balik (AC) yang tidak memiliki baterai
Sistem AC yang memiliki baterai

Teknologi Fotovoltaik telah dikategorikan menjadi tiga generasi berbeda, yang menandai pergeseran langkah dalam bahan dan teknik manufaktur dimanfaatkan dalam pembuatan sel surya, yaitu:

Sel surya generasi pertama dari silikon kristal berkualitas sangat tinggi. Ini mahal untuk diproduksi, dan memiliki batas efisiensi teoretis yang cukup rendah, yaitu sekitar 33%.
Sel PV surya generasi kedua menggunakan teknologi film tipis dengan bahan semikonduktor lain  seperti tembaga indium galium selenida (CIGS) dan kadmium telurida (CdTe). Bahan-bahan ini dapat mengurangi biaya pemrosesan secara signifikan, dan menjanjikan efisiensi teoritis yang jauh lebih tinggi dibandingkan bahan PV berbasis silikon.
PV surya generasi ketiga merupakan kelompok teknologi yang jauh lebih luas, yang semuanya sedang muncul atau sedang dalam tahap pengembangan. Teknologi yang sering dianggap sebagai bagian dari generasi ketiga ini mencakup kuantum dot, semikonduktor berstruktur nano, dan silikon amorf.

Untuk daerah terpencil dan terisolasi di Aceh, penggunaan listrik fotovoltaik lebih menguntungkan dari segi ekonomi karena dapat memenuhi kebutuhan energi yang kecil. Sel fotovoltaik berskala besar akan menghasilkan energi langsung ke jaringan listrik pernah dibangun di luar negeri, namun tidak layak untuk dibangun di Indonesia karena perlu biaya yang sangat besar. Manfaat penggunakan sel fotovoltaik dapatdirasakan masyarakat Aceh sangat nyata, karena masyarakat tidak menggunakan lampu minyak tanah untuk peneranganlagi, yang tidak hanya mahal tetapi juga berisiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan. Adanya energi listrik dari sel fotovoltaik di daerah pedesaan, maka anak-anak bisa belajar di malam hari, usaha kecil dapat beroperasi lebih efisien, dan aktivitas sosial masyarakat Aceh semakin meningkat.

Penerapan sel fotovoltaik di pedesaan Aceh tidak luput darikendala yang dihadapi seperti biaya awal pemasangan yang cukup tinggi dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan sel fotovoltaik atau panel surya. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah dan edukasi kepada masyarakat untuk memastikan keberlanjutan proyek sel fotovoltaik di Aceh. Pemerintah Aceh dapat bekerjasama dengan beberapa universitas dan lembaga penelitian untuk mengembangkan teknologi sel fotovoltaik yang lebih efisien dan terjangkau. Penelitian dan pengembangan energi berfokus pada penggunaan material lokal dan inovasi desain yang dapat menekan biaya produksi dan pemasangan sel fotovoltaik.

Masyarakat dan pemerintah Aceh diharapkan dapat terus bersinergi untuk memastikan keberlanjutan program teknologi sel fotovoltaik. Komitmen dan kesungguhan dalam mengimplementasikan akan menentukan seberapa besar dampak positif teknologi sel fotovoltaik benar-benar menjadi solusi energi terbarukan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh.

Artikel ini telah dibaca 1,316 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Empat Atlet Golf Aceh TC di PIM Lhokseumawe

24 June 2024 - 19:37 WIB

Capella Honda Mengajak Jurnalis untuk Bersih-Bersih Pantai Sabang

24 June 2024 - 16:09 WIB

Kasdim Menghadiri Acara Pelantikan dan Bimbingan Teknis

24 June 2024 - 14:36 WIB

Atlet KONI Aceh Rebut Tiga Emas di Kejurnas, Abu Razak: Modal Menuju PON 2024

24 June 2024 - 11:03 WIB

Pj Bupati Aceh Besar Bekali Mahasiswa KKN USK

22 June 2024 - 17:53 WIB

Pemko Banda Aceh akan Intensifkan Penertiban Gepeng

22 June 2024 - 14:22 WIB

Trending di METROPOLIS