Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 13 Jun 2024 22:13 WIB ·

Dr. Muslem MA Bahas Toleransi Beragama di Aceh dalam Forum Diskusi CSCR UIN Jakarta


 Diskusi umum diadakan oleh Center for the Study of Culture and Religion (CSCR) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Perbesar

Diskusi umum diadakan oleh Center for the Study of Culture and Religion (CSCR) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

RAKYAT ACEH | LANGSA – Dalam sebuah diskusi umum yang diadakan oleh Center for the Study of Culture and Religion (CSCR) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Muslem, MA, Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa, mengupas tuntas tentang toleransi beragama di Aceh.

Acara yang digelar melalui Zoom meeting pada pukul 14.00 WIB ini dipandu oleh Luthfi Hasanul Bolqiah, M.IP, Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah.

Diskusi tersebut juga menghadirkan Dr. Muhammad Ansor, M.A., seorang dosen dan peneliti senior yang mengkaji minoritas di Aceh dan kini mengajar di UIN Suska Riau.

Dr. Muslem mengawali presentasinya dengan menyinggung pentingnya peran ulama dalam membangun makna toleransi beragama di masyarakat. Menurutnya, meskipun banyak penelitian menyebut Aceh sebagai wilayah yang intoleran, hal ini justru mendorongnya untuk memberikan perspektif berbeda.

“Banyaknya hasil penelitian yang mengatakan Aceh sebagai wilayah intoleran mendorong saya untuk membuat counter opini. Makna toleransi tidak akan sama di tiap wilayah. Ulama sebagai pemuka agama memiliki peran penting dalam memaknai toleransi dan mempromosikannya sehingga bisa menciptakan Aceh yang rukun dan damai,” kata Dr. Muslem menjawab MC Aceh, Rabu (12/6).

Dr. Muslem juga menekankan bahwa pemahaman terhadap toleransi harus disesuaikan dengan konteks lokal. Menurutnya, ulama Aceh memiliki tanggung jawab besar dalam menerjemahkan dan menyebarkan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat, guna menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai.

Diskusi ini bertujuan untuk memperluas wawasan mengenai toleransi beragama di Aceh dan mencari solusi praktis untuk membangun masyarakat yang inklusif. Diharapkan, melalui diskusi ini, peserta dapat mengambil pelajaran dan inspirasi dalam upaya menciptakan perdamaian dan kerukunan di lingkungan mereka masing-masing. (rif)

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Siswa SMA 10 Fajar Harapan Antusias Ikut Penyuluhan Keselamatan Lalulintas

24 July 2024 - 15:44 WIB

ISBI Aceh Hadiri Evaluasi SNBP dan SNBT 2024 di Bali

24 July 2024 - 15:41 WIB

Abu Razak Cek Progres Venue PON

24 July 2024 - 15:00 WIB

Badan Narkotika Nasional Kota Banda Aceh

24 July 2024 - 12:07 WIB

Hasil Survey Indomatrik…Calon Gubernur Aceh Bersaing Ketat

23 July 2024 - 20:55 WIB

Ade Surya Ajak MPU Bersinergi Sukseskan Pembangunan Kota

23 July 2024 - 20:08 WIB

Trending di METROPOLIS