Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 13 Jun 2024 16:49 WIB ·

Rembuk Tani 2024 : Mendengar Aspirasi, Menguatkan Pertanian


 Rembuk Tani 2024 : Mendengar Aspirasi, Menguatkan Pertanian Perbesar

RAKYAT ACEH| TAKENGON : PT Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan PT.Pupuk Iskandar Muda mengadakan kegiatan Rembuk Tani yang berlangsung
di Desa Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Sebanyak 200 petani turut hadir dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, VP Manajemen Produk Pupuk Indonesia, Hoky Prasepta menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia, sebagai BUMN yang
bertanggung jawab atas penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, terus melakukan berbagai upaya guna mendukung program ketahanan pangan
pemerintah. Tahun Anggaran 2024, pemerintah telah menaikkan volume pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.

Kebijakan penambahan volume ini perlu disosialisasikan secara luas agar petani yang terdaftar dapat mengetahui dan menerima manfaatnya. Pengawasan yang
baik pada pelaksanaan distribusi dan penyaluran tambahan volume alokasi pupuk bersubsidi juga sangat diperlukan. “Penyaluran pupuk bersubsidi ini merupakan tugas besar yang harus
dilaksanakan bersama. Pupuk Indonesia memerlukan kerjasama dan kolaborasi dengan semua pihak terkait, yaitu Pemerintah Pusat, Pemerintah
Daerah, Distributor, Pengecer, dan Lembaga Pengawas Pemerintah, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” ungkap Hoky
Prasepta. Pada kesempatan ini, juga disampaikan bahwa Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok di semua lini untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait
tambahan alokasi.

Per tanggal 5 Juni 2024, tercatat posisi stok di Provinsi Aceh sebesar 37.874 ton, yang terdiri dari pupuk subsidi sebesar Urea 32.827
Ton atau mencapai 1.001% dari ketentuan stok minimum yang ditentukan dan NPK 5.047 Ton atau mencapai 164% dari ketentuan stok minimum yang
ditentukan serta pupuk non subsidi sebesar 1.857 ton (Urea 1.431 Ton dan NPK 426 Ton). Sementara untuk realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara
nasional, hingga kini telah mencapai 2.589.081 Ton atau 27,1 % dari Total alokasi 9,5 juta Ton.

Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di lapangan sangat diperlukan, yaitu:
 Percepatan penerbitan SK Alokasi per Kabupaten/Kota dan Kecamatan serta memastikan alokasi tidak ada sebaran bulanannya sehingga
penyaluran pupuk bersubsidi dapat dioptimalisasi (Dinas Pertanian Daerah).

 Penyamaan persepsi dan kepastian mekanisme proses verifikasi dan
validasi dokumen penyaluran pupuk bersubsidi oleh Tim Verval Kecamatan.

 Distributor dan Pengecer diinstruksikan untuk memastikan ketersediaan
stok serta melaksanakan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan yang diatur dalam Juknis SK Dirjen PSP Kementan Nomor 07 Tahun
2024.

 Para ketua kelompok tani agar dapat menyebarkan informasi bahwa terdapat alokasi tambahan pupuk bersubsidi yang dapat ditebus menggunakan KTP sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia Grup juga memiliki banyak produk unggulan, salah satunya adalah NPK Phonska Plus Formula 16-16-16, yang memiliki spesifikasi Nitrogen 16%, Fosfat 16%, dan Kalium 16%. Pupuk ini mudah diaplikasikan dan cocok untuk segala tanaman. Hingga tahun 2024, telah dilakukan demplot NPK Phonska Plus Formula 16-16-16 di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireun, dan Kabupaten Aceh Utara. Hasilnya menunjukkan peningkatan hasil panen rata-rata 0,67 ton/ha. Di Kabupaten Aceh Tengah juga telah dilakukan demplot Product to Market Fit menggunakan Pupuk Urea dan NPK PIM pada tanaman tomat dan cabai merah, yang menunjukkan peningkatan hasil panen 10% untuk tomat dan 30% untuk cabai dibandingkan dengan perlakuan sebelumnya. SVP Administrasi Keuangan Pupuk Iskandar Muda, Syahrul Kamal menambahkan, “Kami sangat menghargai kesempatan ini untuk berinteraksi langsung dengan para petani. Mendengarkan aspirasi dan keluhan mereka sangat penting bagi kami untuk terus berinovasi dan menyediakan produk
yang memenuhi kebutuhan mereka. Kami juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang produk kami, terutama
produk non-subsidi yang berkualitas tinggi,” ungkapnya. PJ Bupati Aceh Tengah, Ir. T. Mirzuan, MT, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani untuk mencapai kesejahteraan bersama, “Kegiatan seperti ini menunjukkan komitmen nyata dari Pupuk Indonesia dan Pupuk Iskandar Muda dalam
mendukung pembangunan pertanian di Aceh Tengah. Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan untuk mendengarkan dan merespons
kebutuhan petani.” Dengan suksesnya kegiatan Rembuk Tani ini, Pupuk Indonesia Grup berharap dapat terus memperkuat hubungan dengan para petani, meningkatkan
penjualan produk non-subsidi, dan memastikan kebutuhan petani terpenuhi dengan baik. [ung]

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dukung PON dan Ekonomi Syariah, KB Bank Syariah Hadir di Lhokseumawe

14 July 2024 - 19:24 WIB

Pimpinan DPRA Minta Menteri PUPR Segera Bangun Jalan Dua Jalur Meulaboh-Jeuram

14 July 2024 - 13:44 WIB

Kemenkumham Aceh Audiensi dengan Forkopimda Simeulue, Bahas Aset Tanah dan Bangunan Lapas Sinabang

13 July 2024 - 12:13 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Ini Pesan Danrem Lilawangsa untuk Prajurit TNI

11 July 2024 - 19:55 WIB

Kodim 0102/Pidie Terima Kunjungan Kerja Tim Pengawasan Teknis Teritorial Irpusterad

10 July 2024 - 12:23 WIB

H.Fathani Khitan Puluhan Anak Yatim dan Anak Dhuafa di Lhokseumawe

9 July 2024 - 19:41 WIB

Trending di DAERAH