Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NASIONAL · 14 Jun 2024 14:06 WIB ·

Nikmati Syukur Anugrah Allah, Naik Sepmor Touring Ibadah 10 Ribu Km Aceh, Bali


 Nikmati Syukur Anugrah Allah, Naik Sepmor Touring Ibadah 10 Ribu Km Aceh, Bali Perbesar

RAKYAT ACEH | Kesehatan tidak ternilai harganya. Tentu tak terbantahkan. Buktinya, diusia sudah senja, Idris Bendung, wartawan Harian Rakyat Aceh asal Lhokseumawe, melakukan perjalanan ibadah dengan sepeda motor hingga ke pulau Bali. Lintasan di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Bali sebagai saksi sebuah perjalanan spiritual selama 33 hari pulang pergi penuh makna. Tentu saja tak terlupakan.

Perjalanan ini juga menjadi pemicu semangat buat anak, cucu untuk tetap menjalankan hidup sehat dan disiplin. Ya, meski telah berusia 62 tahun dan memiliki cucu Mubarak dan Syarifah semangat hidup tidak merosot.

Ketangguhan dan semangat membara dengan anugrah Kesehatan diberikan Allah SWT memungkinkan mengendarai Yamaha X Max 250 cc besutan tahun 2017 untuk menempuh jarak yang sangat jauh.

Fisik memang tidak lagi muda, wartawan yang masih aktif menulis di Harian Rakyat Aceh – media grup Jawa Pos ini terus melaju. Perjalanan kali ini bukanlah yang pertama dilakukan.. Sebab, kerap berkeliling Provinsi Aceh untuk mengunjungi masjid-masjid yang belum pernah disinggahi. Ya, termasuk menulusuri jalan terjal dan hutan belantara Kawasan Beutong Atueh menuju masjid Giok di Suka Makmu, Kabupaten Naga Raya.

Perjalanan menggunakan sepeda motor sebelumnya, telah mencoba lintasan Aceh Timur, dari Peunarun, Serba Jadi, Lokop hingga Blang Keujeuren. Bahkan, mencoba jalan baru dari negeri berjuluk seribu bukit menuju daerah Babah Rot, Aceh Selatan.

Soal touring menggunakan mobil pernah dilakukan perjalanan solo hingga ke Palembang, Sumatera Selatan, mengikuti Jambore Pramuka ke 50 di Teluk Gelam, pada tahun 2011 lalu. Kemudian, saat gempa meluluh lantak kota Padang, Sumatera Barat, tak luput dari perhatian. Segera meluncur datang memberi kontribusi langsung buat medianya. Meski kini ia lebih menyukai touring dengan motor.

Touring menggunakan sepeda motor bukan dipandang semata-mata untuk ugal ugalan. Namun, ibadah selama dalam perjalanan itu yang utama. Begitu pula menikmati keindahan alam ciptaan Allah.

Perjalanan awal kali ini, meninggalkan kota Lhokseumawe, Jum’at malam, 10 Mei 2024 pukul 23.00 WIB. Solat subuh pertama dilaksanakan kawasan Stabat, Sumatera Utara. Usai memenuhi kewajiban, perjalanan dilanjutkan hingga kota Kisaran. Disini istrahat.

Sesampai Pekanbaru, arah berbelok menuju lintasan Tengah. Ya, ke Teluk Kuantan, hingga Martapura, Muara Enim, Jambi. Perjalanan setiba di Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, mengambil posisi rest. Keesok harinya, perjalanan dilanjutkan sampai ke Bandar Lampung. Target, Jum’at perdana dalam perjalanan harus dapat menikmati solat di Masjid Istiqlal. Alhamdulilah, terwujud. Sepeda motor pun tanpa kendala hingga memasuki pulau Jawa.

Dari Jakarta, menuju Bogor, Bandung, hingga Cianjur. Dilanjutkan menuju Dieng, Gunung Bromo. Gurun pasir yang cukup viral pun di Bromo dijajal. Kopi sore sempat dinikmati. Usai magrib, lintasan luasnya pasir Bromo ditinggalkan menuju Kota Yogyakarta. Dikota kepemimpinan Sultan Hamangkubuwono X ini bermalam selama dua hari. Malioboro dan kota wisata Kaliurang jadi inceran.

Selama perjalanan, tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyempatkan diri untuk berdoa di masjid-masjid dan meunasah yang disinggahinya. Di setiap persinggahan, sedekah dan do’a ditujukan pahalanya kepada Ayahanda almarhum H Ibrahim Reufin [81} dan Ibunda tercinta Dahliana Siregar {79}. Tentu juga doa buat Dalina istriku dan anak-anak yang selalu memberi dukungan serta keluarga besar kami.

Seusai di Kota Yogya, perjalanan di lanjutkan ke Kota Solo. Di Kota kepemimpinan Gibran, bermalam 2 hari. Kebetulan ada acara Rakernas komunitas Yamaha N Max Club Indonesia {YNCI}. Kita bergabung Sabtu-Minggu di Hotel Sala View.

Peserta Rakernas YNCI yang datang dari seantero Nusantara mendapat kesempatan menikmati kota Solo dengan tongkrongan Kereta Api zaman baholak besutan tahun 1921. Melintas di jalan protocol, besi berwarna hitam pekat ini saat berjalan justru mendapat perhatian penuh masyarakat setempat. Kereta ini hanya boleh delapan kali setiap bulan keluar dari kandangnya. Sedang bahan bakr menggunakan kayu jati. Berjalan sekitar 10 kilomter PP menghabiskan dua kubit kayu Jati. Kereta Api seperti ini atau lazim disebut kerata api Klutuk memang berakhir di Lhokseumawe, Aceh, pada tahun 1976 lalu. Stasiun utama di Lhokseumawe, berada di Pasar Gambir.

Di Solo, solat dzuhur di Masjid megah bantuan negara Arab Saudi. Ratusan masyarakat terlihat datang dari jauh hanya untuk solat di masjid ini. Ya, seperti masjid di Baiturrahman di Banda Aceh.

Seusai di Solo, menuju Provinsi Jawa Timur. Di Gresik harus bermalam sampai 3 hari. Kenderaan sudah terlihat lelah. Service dan lainnya harus dilakukan sebelum menuju pulau Bali. Namun, sebelumnya, di kawasan Situ Bondo harus ganti piringan rem cakram belakang dan kampas tapak rem.

Dari Gresik, menjajal jembatan Suramadu, Madura. Sepulangnya, berkesempatan ziaran ke makam salah seorang ulama yang masuk katagori Wali Songo yaitu Sunan Ampel.
Keesok harinya, menuju penyebrangan Keutapang-Gilimanuk. Tiket penyebrangan hanya 31 ribu rupiah. Dari Gilimanuk menuju Denpasar menempuh sekita 179 Km.
Dua hari berada di Bali, kembali menuju pulau Jawa. Kali ini lintasan menuju Lumajang, Ponorogo, Malang, Tulung Agung dan ke Kota Solo lagi.
Setelah kembali bermalam di Jakarta, langsung menuju Merak menuju Bakahuni ujung pulau Sumatera.

Sesampai di Palembang, Sumsel, bermalam sambil menikmati keindahan kota empek-empek dan jembatan Ampera. Kota Jambi selanjutnya ke Pekanbaru. Dari Pekanbaru, tanpa bermalam langsung masuk Kota Medan. Pukul 00.45 WIB tanggal 4 Juni 2024, tiba di rumah Lhokseumawe, Aceh. Alhamdulilah, perjalanan touring ibadah berjalan aman dan sukses. Terima kasih buat rekan-rekan YNCI, Terios Rush Club Indonesia [TeRuCI] dan ION yang selalu menemani berkomunikasi dan support selama perjalanan. *

Artikel ini telah dibaca 234 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Jokowi Obral HGU IKN hingga 190 Tahun, PKS: Ini Namanya IKN for Sale!

14 July 2024 - 14:39 WIB

Haji Uma Turut Bantu Pemulangan Remaja Aceh Utara yang Mengalami Kecelakaan Lalu Lintas di Tangerang

13 July 2024 - 09:57 WIB

Basarnas kerahkan kekuatan penuh cari 17 penambang emas di Gorontalo

8 July 2024 - 14:54 WIB

Jenazah Warga Bireuen Dipulangkan Dari Malaysia, Haji Uma, PPAM dan BP2MI ikut Bantu Fasilitasi

7 July 2024 - 23:17 WIB

Aburadak Bertemu Dengan Ketua DPD RI La Nyalla Bahas Persiapan PON XXI 2024

5 July 2024 - 15:57 WIB

Viral, ini Isi Permintaan Maaf Hacker PDNS, Sebut Kasihan ke Pemerintah Indonesia

2 July 2024 - 18:09 WIB

Trending di NASIONAL