Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 14 Jun 2024 15:14 WIB ·

Suami aniaya istri hingga meninggal , gigi retak, mata pecah, berikut kronologisnya


 RA Perbesar

RA

Rakyat Aceh | Banda Aceh – Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap FA (50) warga Lam Hasan Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar (wilkum Polresta) karena telah menganiaya istrinya SR (44) hingga meninggal dunia.

“Korban SR telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSU Zainoel Abidin,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, di Banda Aceh, Jumat.

Fadillah mengatakan, penganiayaan berat tersebut terjadi saat korban SR sedang berada di toko “Kak Sri Jahit dan Kostum” di Gampong Payatieng Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, pada Selasa (11/6).

Saat kejadian, salah seorang warga melihat peristiwa itu dan melaporkannya ke Polsek Peukan Bada. Namun, setibanya personel ke TKP, korban sudah berdarah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh.

“Sebagian personel Polsek Peukan Bada melakukan olah TKP serta mendapatkan keterangan dari para saksi terkait kasus ini,” ujarnya.
Korban saat itu, lanjut dia, dalam kondisi mata sebelah kiri pecah dan berdarah akibat dipukul dengan kepalan tangan pelaku, bibir pecah, gigi retak serta mendapat sayatan pisau di bagian leher bawah.

“Saat berada di RS Bhayangkara Polda Aceh, kondisi korban terlalu berat, akhirnya dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut,” katanya.

Fadillah menjelaskan, penangkapan pelaku setelah pihaknya mendapatkan keterangan dari adik korban Hendra Saputra (41) yang menyatakan kakaknya dianiaya oleh suaminya dibuktikan dengan banyaknya darah berceceran di lantai.

Kemudian, saksi Marliza (47) juga mengatakan bahwa pelaku sudah satu bulan tidak pulang ke rumah terhitung dari 12 Mei sampai 11 Juni 2024, rumah tangga mereka sedang tidak harmonis.

Selanjutnya, kepolisian menghubungi dan membujuk pelaku untuk menyerahkan diri. Hingga akhirnya dijemput personel Polsek Peukan Bada dan diserahkan ke Satreskrim Polresta Banda Aceh.

“Pelaku dijerat dengan pasal 351 Ayat 3 dengan bunyi dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun,” demikian Kompol Fadillah.
Sumber: Antara

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Abu Razak Cek Progres Venue PON

24 July 2024 - 15:00 WIB

Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah

24 July 2024 - 14:47 WIB

Polda Aceh Tahan Mantan Pimpinan Bagian Kredit Bank Mandiri KCP Bener Meriah

24 July 2024 - 12:52 WIB

Polisi akan Tindak Truk Tangki Penyebab Tumpahan CPO di Jalan

24 July 2024 - 11:42 WIB

Jalin Sinergi dan Koordinasi, Kakanwil Pajak Kunjungi Polda Aceh

23 July 2024 - 19:59 WIB

Komitmen OJK Tingkatkan Literasi dan Akses Keuangan Syariah bagi UMKM dan Santri di Aceh

23 July 2024 - 19:52 WIB

Trending di UTAMA