RAKYATACEH | BIREUEN – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen telah menorehkan sejarah baru dalam pendidikan di Provinsi Aceh, karena salah seorang dosen tetap perguruan tinggi berkedudukan di Peusangan itu, dapat melahirkan seorang akademisi bergelar professor atau guru besar yang diraih Prof Dr Halus Satriawan SP MSi.
Penetapan gelar guru besar untuk Prof Dr Halus Satriawan SP MSi berdasarkan Sertifikat Uji Kompetensi Jabatan Akademik Dosen, yang diterbitkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nomor: 01786/E4/DT.04.01/JAD/2024.
Namun, untuk mendapatkan momentum terbaik bagi universitas, Prof Halus dikukuhkan sebagai guru besar oleh Rektor Umuslim, Dr Marwan Hamid MPd, bersamaan dengan prosesi rapat senat terbuka wisuda program diploma, sarjana dan magister angkatan XXXVIII, di halaman gedung MA Jangka kampus setempat, Senin (24/2).
Usai mengukuhkan Prof Halus sebagai guru besar, Rektor Marwan mengucapkan rasa bangga atas keberhasilan salah seorang dosen tetap Umuslim meraih predikat tertinggi bidang akademik.
“Capaian ini merupakan suatu anugerah dan kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika Umuslim dan masyarakat secara umum, ini merupakan sejarah baru bagi kampus yang berada di kampung,” ucap Marwan terharu.
Disebutkan, capaian yang ditorehkan Prof Halus Satriawan membuktikan bahwa proses akademik di Umuslim selama ini berjalan baik sesuai aturan dan peraturan ditetapkan pemerintah.
“Prof Halus merupakan guru besar pertama di Umuslim. Kami sangat bangga dan berharap dapat terus berkolaborasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang,” sebut Rektor Marwan seraya menyebutkan akan mendorong untuk melahirkan guru besar dalam studi-studi lainnya.
Sementara itu, Prof Halus mengucapkan syukur dan terima kasih kepada semua pihak, karena menurutnya, hasil yang dicapai saat ini merupakan kerja keras dan dukungan dari berbagai elemen, termasuk keluarganya, terkhusus dari seluruh kolega sivitas akademika Umuslim, dan seluruh unsur organ Yayasan Almuslim Peusangan.
“Pencapaian ini merupakan tanggung jawab besar yang harus saya emban, mohon doa dan dukungannya, semoga capaian ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan,” ungkapnya.
Diketahui, Prof Halus Satriawan, merupakan putra kelahiran Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 11 Juni 1980 silam.
Karier dosennya dimulai di Universitas Almuslim sejak 2008, proses pengabdian di Kabupaten Bireuen ini, diawali saat pertama Universitas Almuslim menerima lamarannya sebagai dosen yang didaftar melalui online pada saat penerimaan Dosen waktu itu.
Riwayat pendidikan Prof Halus Satriawan dimulai tahun 1991 menamatkan Sekolah Dasar Negeri Batujai Lombok (NTB), menamatkan SMP tahun 1994, STM jurusan sipil tamat tahun 1997, semuanya di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kemudian, meraih Sarjana Pertanian pada Universitas Mataram tahun 2003, setelah itu hijrah ke pulau Jawa dan menyelesaikan Program Pasca sarjana (S2) Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2007, kemudian program Doktor (S3) di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, dan pernah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar
AMDAL Angkatan 81 (NonDegree) di Universitas Sebelas Maret.
Saat ini, Prof Halus menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan.
Selama mengabdi sebagai dosen di Umuslim, Halus Satriawan pernah mendapatkan Juara I Dosen Berprestasi Bidang Saintek LLDIKTI XIII
Wilayah Aceh tahun 2019.
Selain itu, Prof Halus juga memiliki prestasi dengan penghargaan baik tingkat wilayah maupun nasional seperti seorang Reviewer Penelitian Bersertifikat (DRPM/Quantum) 2019, Assesor BKD LLDIKTI, Evaluator PKKM DIKTI 2021, Evaluator Matching Fund Kedaireka dan merupakan Dosen Academic Leader Bidang Saintek LLDIKTI Wilayah XIII dan hampir tiap tahun memenangkan sejumlah hibah, baik bidang penelitian maupun pengabdian masyarakat Kemendikbudristekdikti. (akh)