class="wp-singular post-template-default single single-post postid-136260 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-kobaran" >

Menu

Mode Gelap
Warga Tumpok Teungoh Ramai-ramai Bergotong Royong  Aston Villa bungkam Newcastle United 4-1 Ilmuwan China Kembangkan Sistem Prakiraan Badai Debu Baru Harga Emas Meroket, Ini Respon MPU Lhokseumawe Terkait Mahar Pernikahan Wali Kota Segera Wujudkan Penanganan Sampah Secara Komprehensif

NASIONAL · 19 Mar 2025 06:36 WIB ·

Bangun Banda Aceh Kreatif, Illiza Sowan ke Kementerian Ekraf


 Wali Kota Banda Aceh Audiensi dengan Menekraf RI  Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, beraudiensi dengan Menekraf/Kabekraf RI, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Selasa (18/3/2025). Pertemuan ini membahas penguatan ekonomi kreatif di Banda Aceh. FOTO IST  Perbesar

Wali Kota Banda Aceh Audiensi dengan Menekraf RI Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, beraudiensi dengan Menekraf/Kabekraf RI, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Selasa (18/3/2025). Pertemuan ini membahas penguatan ekonomi kreatif di Banda Aceh. FOTO IST

JAKARTA (RA) – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal beraudiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) RI Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Selasa, 18 Maret 2025.

Illiza datang bersama Plt Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesra M Ridha, Kepala DP2KP M Nurdin, dan Plt Kadisnaker Banda Aceh Fahmi. Sementara T Riefky didampingi oleh Cecep Rukendi, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf, Rian Syaf Staf Khusus Menteri, Radhi Manggala, Direktur Antar Lembaga beserta jajaran Kemenekraf.

Menyambut tamunya, Riefky mengatakan pertemuan ini merupakan tindak lanjut pembicaraanya dengan Illiza pada saat retreat kepala daerah di Magelang beberapa waktu lalu.

“Intinya bagaimana Kemenekraf dan Pemko Banda Aceh bisa berkolaborasi. Karena kita tahu banyak sekali anak-anak muda kreatif di Banda Aceh,” ujarnya.

Ia pun memaparkan secara singkat profil kementerian baru di era Presiden Prabowo tersebut. “Ekonomi kreatif diharapkan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah-daerah.”

“Di sini pentingnya kolaborasi dengan kepala daerah, karena kami yakin potensi ekonomi kreatif Indonesia luar biasa,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan harapan presiden terhadap ekonomi kreatif dalam meningkatkan lapangan kerja berkualitas. “Dalam RPJM kita fokus pada tujuh dari total 17 subsektor ekonomi kreatif.

“Empat yang porsinya sangat besar saat ini, yakni kuliner, fashion, dan kriya. Kemudian empat subsektor yang sedang tumbuh pesat, yaitu game, aplikasi, musik, dan video,” ujar menteri asal Aceh tersebut.

Menurut Riefky, pertumbuhan ekonomi kreatif begitu cepat karena didukung faktor mayoritas penduduk Indonesia anak muda. “Untuk itu, kita telah menetapkan Aceh, Maluku, dan Papua sebagai daerah prioritas pembangunan ekraf bersama 12 provinsi lainnya.”

Selanjutnya, menekraf mendorong pembentukan dinas-dinas ekraf di seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. “Bagus kalau bisa berdiri sendiri, atau bisa disandingkan dengan dinas lain, seperti pariwisata, kebudayaan, atau pemuda dan olahraga,” ujarnya.

“Sekarang sudah ada delapan provinsi dan 18 kabupaten/kota yang memiliki nomenklatur baru ekonomi kreatif. Dan saya berharap Kota Banda Aceh bisa menjadi salah satu pelopor,” ujarnya lagi.

Menanggapi penjelasan menekraf, Illiza menyatakan semakin optimis jika ekraf ke depan menjadi lokomotif percepatan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Mengenai potensi ekonomi kreatif Banda Aceh, Illiza menyebutnya sangat besar. “Kalau wilayah memang kita kecil, sumber daya alam sedikit, tapi ekonomi kreatif begitu besar potensinya. Dan semua pelakunya ada di Banda Aceh.”

Untuk mendukungnya, Illiza akan menggiatkan kembali kerja sama regional Banda Aceh, Sabang, Jantho-Aceh Besar (Basajan). “Dalam bidang air bersih dan persampahan sudah berjalan, dan ke depan saya kira patut kita perluas ke ekonomi kreatif.”

Ia juga berkomitmen membentuk dinas ekonomi kreatif di Banda Aceh. “Tahapan kajian akademik sedang kita lakukan. Namun untuk tahap awal belum bisa dinas sendiri karena beban anggaran saat ini. Kita akan lebur dengan dinas lain dulu, berbasis data sehingga lebih mudah kita intervensi.”

Selain membentuk dinas ekraf, Illiza turut mempromosikan salah satu program unggulannya: Banda Aceh Academy (BAA). “Awalnya memang kita peruntukkan bagi peningkatan sdm internal, tapi ke depan BAA akan menjadi pusat kolaborasi pengembangan sdm, tenaga kerja terampil, dan wadah komunitas guna mendorong lahirnya produk-produk inovatif yang berdaya saing.”

“Dengan dukungan pemerintah pusat melalui kementerian terkait dan pemerintah provinsi, kami yakin BAA akan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat, usaha ekonomi kreatif, dan yang paling penting turut mengangkat potensi budaya Aceh,” ujarnya.

Untuk gedung BAA yang representatif, Illiza sudah mempersiapkannya. .”Gedungnya akan kita renovasi tahun ini, eks kantor dekranasda di kawasan Blang Padang. Ruang workshop berikut bidang-bidang ekrafnya akan kita persiapkan khusus,” ujarnya seraya mengharapkan dukungan penuh dari kemenekraf.

Mengenai struktur kelembagaannya, BAA nantinya akan berbentuk unit pelaksana teknis daerah (UPTD). “Harapannya, dengan begitu kita bisa lebih intens berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk kampus dan pemerintah kabupaten/kota lain di Aceh, bahkan luar daerah,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, ia pun telah memproyeksikan salah satu program lewat BAA, yakni pencanangan Banda Aceh sebagai Kota Parfum Indonesia. “Bukan tanpa alasan, karena faktanya minyak nilam Aceh kini menguasai 70 persen bahan baku parfum dunia.”

“Selama ini, nilam Aceh dibawa ke Medan sampai ke Singapura. Tapi, tidak nama Aceh di situ. Oleh sebab itu, kita harus mampu memproduksi sendiri dengan kualitas terbaik. Kita punya wangi Jeumpa dan Seulanga yang khas, brand-nya nanti bisa macam-macam -produksi pelaku ekonomi kreatif Banda Aceh,” ujar Illiza. (ra/drh)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dukung Keadilan Bagi Keluarga Korban Penembakan Oknum TNI AL di Aceh Utara, Haji Uma Libatkan LPSK

19 April 2025 - 19:41 WIB

Ketua PIM DPD Aceh Prof. Adjunct Marniati Bersama Ketum Kowani Perjuangkan Perhatian Pemerintah untuk Organisasi Perempuan

18 April 2025 - 09:37 WIB

Pemerintah Aceh Lakukan Pertemuan Tindak Lanjut dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI

17 April 2025 - 22:40 WIB

Kepala BPKA: Pemerintah Aceh Dukung Digitalisasi Keuangan Daerah

17 April 2025 - 21:45 WIB

Jumpai Wamenkomdigi, Sayuti Siap Wujudkan Lhokseumawe Jadi Smart City

17 April 2025 - 11:23 WIB

Ketua TP PKK Aceh dan Ketua YJI Bahas Kerja Sama untuk Tingkatkan Kesehatan Jantung Remaja dan Perempuan

15 April 2025 - 14:49 WIB

Trending di NASIONAL