RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Satpol-PP dan WH Lhokseumawe berhasil menciduk puluhan ASN dan non ASN yang nongkrong di warung kopi/cafe pada jam kerja.
Razia itu digelar pada Senin kemarin di wilayah Kecamatan Banda Sakti, menjaring 12 ASN dan 1 Non ASN.
Kemudian, pada Selasa (25/2), razia kembali digelar di wilayah Kecamatan Banda Sakti dan Kecamatan Muara Dua. Dalam razia itu berhasil menjaring 13 ASN dan 3 non ASN yang nongkrong di warung kopi atau cafe saat jam kerja.
Razia itu langsung dipimpin oleh Kepala BKPSDM Lhokseumawe, Dr Muhammad Irsyadi, S.Sos.,MSP, didampingi Plt Kepala Satpol-PP dan WH Lhokseumawe, Ashabul Jamil.
“Jadi total semua yang terjaring dalam razia dua hari itu mencapai 29 orang, dengan rincian 25 ASN dan 4 non ASN,”ucap Kepala BKPSDM Lhokseumawe, Dr Muhammad Irsyadi, S.Sos.,MSP.
Ia mengatakan, bagi ASN dan non ASN yang terjaring razia itu semua identitas diri langsung didata oleh petugas. Kemudian nama-nama tersebut akan disampaikan kepada pimpinan tempat mereka bekerja, agar diberikan teguran.
“Kalau ASN dan non ASN yang bersangkutan terjaring lagi dan tidak mengindahkan disiplin dalam bekerja, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku,”kata Muhammad Irsyadi, dikonfirmasi Rakyat Aceh, Selasa (25/2).
Disebutkan, razia yang digelar dua hari itu dimulai dari pukul 09.30 WIB hingga pukul 12.00 siang. Tujuan razia ASN dan non ASN ini untuk mewujudkan ASN yang disiplin dan taat aturan.
“Razia ini sebagai bentuk penegakan disiplin ASN dan Non ASN. Kalau waktu jam kerja harus berada di kantor dan bukan di warung kopi atau cafe-cafe,”tegasnya. (arm/hra)