JAKARTA – Global Meutuah Foundation (GMF) mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Turkiye untuk Indonesia, H.E Talip Kucukcan, dan Atase Agama Turkiye, Abdulhamit Esmeli, di Kantor Kedutaan Besar Turkiye, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2025.
Kedatangan tim GMF menemui Duta Besar dan Atase Agama Turkiye dalam rangka membahas program kemanusiaan dan silaturahmi mempererat hubungan Aceh dengan Turkiye.
Saat tiba di Kantor Kedutaan Republik Turkiye, tim GMF yang terdiri dari Pembina GMF Ryanda Saputra dan Ketua GMF Zulfurqan awalnya disambut oleh Abdulhamit Esmeli. Abdulhamit yang mengetahui bahwa GMF berasal dari Aceh dan dibentuk oleh pemuda asli Aceh, langsung mengatakan bahwa Aceh merupakan saudara Turkiye.
Kata Abdulhamit, Aceh dan Turkiye bersaudara meskipun terbentang jarak yang jauh, tetapi secara emosional sangat dekat. Dirinya juga telah membaca literatur bagaimana pada masa dahulu Aceh dan Turkiye pernah menjalin hubungan erat.
“Bingkisan yang akan disalurkan pada saat Ramadhan (ke Aceh) jangan dilihat jumlahnya, tetapi ini hanya sebagai alasan kami karena ingin menikmati Ramadhan di Aceh,” lanjutnya.
Abdulhamit mengatakan bahwa kita tidak bisa bergantung dengan negara-negara barat. Negara-negara Islam harus bersatu memperkuat solidaritas sehingga untuk menyelesaikan suatu persoalan akan terasa ringan bila dilaksanakan bersama-sama.
Abdulhamit juga berterima kasih atas solidaritas masyarakat Aceh membantu Turkiye saat mengalami musibah gempa.
Di akhir pertemuan yang berlangsung 40 menit itu, tim GMF menyerahkan plakat dengan motif Pintoe Aceh dan kopi asal Aceh.
Kemudian, tim GMF dipersilahkan bertemu dengan Duta Besar Turkiye, H.E Talip Kucukcan, di ruang kerjanya, yang turut didampingi oleh Alumni Turkiye, Mohammad Ammar. Tim GMF disuguhkan kopi khas Turkiye.
H.E Talip Kucukcan menyampaikan setelah Hari Raya Idulfitri, ia berencana mengunjungi Aceh. Ia juga mengimbau Abdulhamit agar mengunjungi daerah berjulukan Serambi Mekkah.
Ditambahkan H.E Talip Kucukcan, Pemerintah Turkiye melalui Turkiye Diyanet Vakfi (TDV) akan menyalurkan 1.000 paket pangan yang terdiri dari 500 paket sembako dan 500 paket iftar untuk masyarakat Aceh pada bulan Ramadhan ini. TDV akan menggandeng GMF dalam proses penyalurannya.
Di hadapan Duta Besar dan Atase Agama Turkiye, Ryanda menyampaikan terima kasih banyak atas kepedulian Pemerintah Turkiye yang berkali-kali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Aceh. Apa yang dilakukan Turkiye sulit untuk dibalas kecuali dengan doa dan menjaga rasa persaudaraan abadi.
Ryanda yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Samudra (FEB Unsam) menjelaskan bahwa Aceh juga memiliki potensi untuk berinvestasi. Syariat Islam yang berlaku di Aceh dapat mendukung kesuksesan investasi, tuturnya.
Zulfurqan menambahkan kerja sama antara GMF dan TDV merupakan upaya menyemai manfaat kepada Masyarakat Aceh dan melestarikan semangat persaudaraan dua daerah dari dua benua berbeda.
“Turkiye selalu hadir untuk Aceh. Hubungan yang telah erat terjalin semoga menjadi semakin erat,” terangnya. (ra/drh)