class="post-template-default single single-post postid-127852 single-format-standard wp-custom-logo" >

Menu

Mode Gelap
Letkol Arm Qomarus Zaman: Tinggi Minat Generasi Muda Simeulue di Jalur Militer Korban Gempa Myanmar Makin Melonjak, 3.471 Orang Meninggal Dunia Pemkab Pidie Jaya Harus Kreatif Dongkrak PAD Hasil PSU di Sabang Pasangan Zulkifli H Adam – Suradji Junus Menang Telak Polda Aceh Siap Amankan dan Layani Masyarakat di Lokasi Wisata dan Pelabuhan Ulee Lheue

UTAMA · 2 Dec 2024 20:25 WIB ·

Penyidik Polda Aceh kembali Serahkan Empat Berkas Tersangka Kasus Korupsi Wastafel ke Jaksa


 Penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh serahkan empat berkas tersangka atau tahap I kasus korupsi pengadaan tempat cuci tangan atau wastafel pada SMA, SMK, dan SLB di seluruh Aceh ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Senin, 2 Desember 2024. FOTO IST Perbesar

Penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh serahkan empat berkas tersangka atau tahap I kasus korupsi pengadaan tempat cuci tangan atau wastafel pada SMA, SMK, dan SLB di seluruh Aceh ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Senin, 2 Desember 2024. FOTO IST

BANDA ACEH – Penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh kembali menyerahkan empat berkas tersangka atau tahap I kasus korupsi pengadaan tempat cuci tangan atau wastafel pada SMA, SMK, dan SLB di seluruh Aceh ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Senin, 2 Desember 2024.

“Benar, penyidik telah menyerahkan empat berkas tersangka baru kasus korupsi wastafel ke Jaksa. Empat berkas terpisah itu atas nama tersangka ML, MS, AH, dan HL,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, dalam keterangannya usai tahap I tersebut.

Winardy mengatakan, pihaknya akan terus mendalami keterlibatan pihak-pihak lainnya dalam kasus korupsi yang anggarannya bersumber dari APBA tahun anggaran 2020 itu. Ketegasan tersebut juga merupakan wujud dukungan Ditreskrimsus Polda Aceh terhadap Program Asta Cita Presiden RI.

“Kasus ini akan terus berproses sampai tuntas. Bahkan setelah ini, akan ada pengiriman beberapa berkas tersangka terbaru lagi ke Jaksa. Intinya, penyidik akan terus bekerja dan mengejar siapapun yang terlibat dalam kasus yang merugikan negara ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, anggaran pengadaan wastafel tersebut bersumber dari APBA—refocusing Covid-19—dengan nilai kontrak Rp43.742.310.655, yang dianggarkan melalui Dinas Pendidikan Aceh tahun anggaran 2020.

Sebelumnya, pada kloter pertama juga telah dilakukan penyerahan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yaitu RF selaku Pengguna Anggaran, ZF selaku PPTK, dan ML selaku pejabat pengadaan. Selain tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa dokumen dan uang tunai senilai Rp3.471.588.000.

Penegakan hukum yang dilakukan penyidik ini sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(drh)

Artikel ini telah dibaca 203 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Korban Gempa Myanmar Makin Melonjak, 3.471 Orang Meninggal Dunia

6 April 2025 - 16:25 WIB

Pemkab Pidie Jaya Harus Kreatif Dongkrak PAD

6 April 2025 - 07:45 WIB

Hasil PSU di Sabang Pasangan Zulkifli H Adam – Suradji Junus Menang Telak

6 April 2025 - 06:19 WIB

Rektor dan Dekan FUAD IAIN Langsa Kembali Digugat, Dosen Ajukan Perkara ke PTUN

4 April 2025 - 22:24 WIB

Wagub Fadhlullah Halal bi Halal ke Kediaman Abon Arongan

4 April 2025 - 18:05 WIB

Gubernur Aceh Tinjau Persiapan PSU di Kota Sabang

4 April 2025 - 18:00 WIB

Trending di UTAMA