Penebangan Pohon di SDN Jontor Akibatkan Seorang Pelajar Meninggal

Penebangan Pohon di SDN Jontor Akibatkan Seorang Pelajar Meninggal/kaya alim
SUBULUSSALAM (RA) – Seorang pelajar Sekolah Dasar Negeri  (SDN) Jontor, Kecamatan Penanggalan meninggal dunia setelah terkena pecahan pohon mati yang ditebang oleh pihak sekolah, Senin (19/2) lalu.
Korban yang bernama Amsal Alfredo Solin (12) yang masih duduk dibangku kelas VI SDN Jontor itu menghembuskan napas terakhir di RSUDZA Banda Aceh, satu hari pasca kejadian.
Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin, SIK melalui Kapolsek Penanggalan, Iptu Arifin Ahmad kepada wartawan, Jumat (23/2) menjelaskan kejadian yang menimpa putra Bantu Solin warga Desa Jontor itu. Menurut penjelasan Kapolsek, di sekitaran sekolah tersebut persis dibelakang gedung perpustakaan ada dua pohon berdiri namun sudah mati. Karena sering dikomplain tetangga yang masih berdekatan dengan pohon tersebut, akhirnya Kepala Sekolah menyuruh guru honorer untuk mencari tukang tumbang pohon tersebut.
Karena tak dapat tukang tumbang, akhirnya guru tenaga honorer berinisial R itu mengerjakan penumbangan pohon dengan mengajak seorang temannya yang bertugas sebagai security di sekolah itu berinisial RC. Agar tidak mengenai gedung perpustakaan yang jaraknya hanya lima meter, R mengambil tali untuk diikatkan ke pohon dengan menarik kearah samping. Kebutulan pada saat proses penumbangan jam istirahat, beberapa orang pelajar turut menonton  proses penebangan pohon itu. Karena kekurangan anggota, akhirnya RC meminta beberapa murid untuk membantu menarik tali tersebut bersama satu orang guru PNS “ begitu pohonnya tumbang ternyata jatuhnya tidak sesuai dengan yang direncanakan (arah samping gedung) dan akhirnya pohon mengenai atap gedung perpustakaan, begitu jatuh ke atap, pecahan pohon tersebut terpental mengenai kepala korban yang kebutulan berada dibawah ujung pohon itu “ kata Arifin.
Selain pelajar, satu orang guru PNS bernama Asmadi yang turut membantu menarik tali itu juga terkena pecahan pohon, dibagian punggungnya,  namun tidak berakibat fatal “ pihak sekolah langsung melarikan korban ke RSUD Sububulussalam, karena lukanya serius, akhirnya dirujuk ke Banda Aceh. Keesokan harinya pada hari selasa sekitar pukul 12.00 WIB korban tidak bisa tertolong lagi “ terang Arifin.
Atas laporan orangtua korban, Personel Polsek Penanggalan pada hari itu juga langsung turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. Saat ini, kata Kapolsek, pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka R dan RC karena diduga melakukan kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Untuk kedua tersangka, Polisi menjerat dengan pasal 359 KUHP “ untuk sementara baru dua orang kita tetapkan sebagai tersangka, yaitu guru honorer selaku penebang pohon, dan seorang security sekolah yang mengajak pelajar menarik tali. Selanjutnya kami terus melakukan pengembangan dan memanggil saksi-saksi lain “ ujarnya (lim).