Proyek Multiyears Abdya Dimulai

Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, mengoperasikan alat berat Excavator sebagai tanda dimulainya Ground Breaking Jalan Babahrot-Galus, di Kabupaten Aceh Barat Daya, Rabu, (3/2). (HUMAS PEMERINTAH ACEH)

BLANGPIDIE (RA) – Proyek tahun jamak atau multiyears di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dimulai dengan peletakan batu pertama peningkatan jalan batas Babahrot – Trangon (Gayo Lues), yang dilaksankan Rabu (3/2).

Kegiatan itu ditandai dengan pengujian alat berat excavator yang dilakukan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, di lokasi pembangunan jalan, tepatnya di Gampong Ie Mirah, Kecamatan Babahrot.

Dalam laporan Gubernur Aceh Nova menyebutkan, dengan terbangunnya jalan ini, maka akan tumbuh rencana bisnis ekonomi yang selama ini terkendala.

Gubernur menyebutkan, peningkatan jalan batas Gayo Lues – Babahrot adalah bagian dari upaya percepatan pembangunan jalan Provinsi di seluruh Aceh.

“Sebagaimana tertuang dalam RPJM Aceh 2017-2022 jalan provinsi di seluruh Aceh ditargetkan mencapai kondisi mantap hingga 98,65 persen pada tahun 2022 mendatang,” ujar Gubernur Nova dalam sambutannya di lokasi pembangunan jalan.

Untuk mencapai target itu, lanjut Gubernur, salah satu program prioritas akan dituntaskan adalah penyelesaian pembangunan jalan menghubungkan Aceh Barat Daya dan Gayo Lues, yakni Peningkatan Jalan Batas Gayo Lues – Babahrot.

Gubernur menjelaskan, peningkatan Jalan Batas Gayo Lues – Babahrot memiliki panjang 28,47 kilometer dan proses pekerjaannya ditetapkan dengan skema tahun jamak.

Jalan tersebut diharapkan tuntas pada akhir 2022 mendatang dan segera dapat dinikmati oleh masyarakat di kedua kabupaten ini, serta masyarakat Aceh pada umumnya.

Selain itu, guna mendukung keberadaan jalan Babahrot -Batas Gayo Lues, lanjut Gubernur, Pemerintah Aceh juga pada kesempatan yang sama, membangun jalan Blangkejeren – Tongra-Batas Aceh Barat Daya, sepanjang 90,15 Km.

Kedua ruas jalan dengan total sepanjang 118,62 Km yang diharapkan akan tuntas pada 2022 tersebut, akan menghubungkan lintas Tengah Aceh dan kawasan Barat Selatan.

“Selama ini, waktu tempuh antar kedua wilayah tersebut membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 6 jam. Dengan tuntasnya akses kedua ruas tersebut, diperkirakan waktu tempuh hanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Gubernur, akan meningkatkan aksesibilitas kedua wilayah dalam transaksi perdagangan dan juga mobilitas penduduk antar kabupaten.

Keberadaan jalan tersebut juga diharapkan ikut mendorong berkembangnya berbagai pusat ekonomi baru, berupa pertukaran komoditas antar daerah.

Sementara itu, Gubernur berharap peningkatan ruas jalan itu dapat diselesaikan tepat mutu dan tepat waktu sebagaimana yang telah ditetapkan.

“Saya berpesan kepada Bapak/Ibu para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya dan Gayo Lues, agar turut mendukung pembangunan jalan ini,” pesan Gubernur.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Aceh Barat Daya Akmal Ibrahim, beserta Unsur Forkompida Kabupaten Aceh Barat Daya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi, sejumlang anggota DPR Aceh, Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Mawardi, Ketua TP-PKK Aceh Dyah Erti Idawati, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto. (mat/ril/ra)