Nurul Akmal Raih Medali Perak di SEA Games, Sebut Cuaca Jadi Kendala

Lifter Indonesia Nurul Akmal menunjukkan medalinya usai pengalungan medali nomor +71 kilogram putri angkat berat SEA Games 2021 Vietnam di Hanoi Sports Training Centre, Hanoi, Vietnam, Minggu (22/5/2022). Nurul mendapat medali perak setelah meraih total angkatan terbaik kedua 252 kilogram. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.

Harianrakyataceh.com – Lifter atau atlet angkat besi binaan KONI Aceh Nurul Akmal menambah pundi medali kontingen Indonesia pada SEA Games Vietnam setelah meraih perak kelas +71 kilogram.

Bertanding di final angkat besi di Hanoi Sports Training and Competition Center, Vietnam, Minggu, Amel, sapaan akrab Nurul Akmal mencatatkan total angkatan 252 kilogram.

Sedangkan medali emas diraih oleh atlet asal Thailand, Chaidee Duangaksorn dengan total angkatan 279 kilogram. Amel merupakan atlet binaan KONI Aceh peraih medali emas PON XX 2021 di Provinsi Papua. Saat ini ia termasuk penghuni program pemusatan latihan daerah (Pelatda) KONI Aceh untuk PON 2024.

Nurul Akmal mengaku bersyukur dengan hasil yang diraihnya, namun ia cukup terganggu dengan cuaca hujan yang membuat dirinya harus puas dengan medali perak SEA Games ke-31 dalam babak final yang berlangsung di Hanoi Sports Training and Competition Center, Hanoi, Vietnam, Minggu.

“Enggak ada kesulitan sih, cuman suasananya mungkin ya, lagi hujan… Biasa kalau di rumah sendiri ruangannya tertutup, ini karena hujan cuacanya, ya walaupun enggak boleh nyalahin juga ya,” kata lifter yang akrab disapa Amel itu dikutip Antara. “Kalau pribadi sih mengganggu sih ya, apalagi becek, jadi harus was-was banget.”

Lifter Aceh itu membukukan total angkatan 252kg dengan snatch 110kg dan clean and jerk 142kg, berada di bawah atlet Thailand Chaide Duangaksorn yang mencatatkan total angkatan 279kg dengan snatch 132kg dan clean and jerk 156kg.

Sedangkan medali perunggu diraih oleh wakil tuan rumah Nguyen Thi Kim Van mencatatkan total angkatan 251kg dengan snatch 111kg dan clean and jerk 140kg.

“Angkatan Amel belum puas, karena masih di bawah rekor latihan,” kata Amel.
Untuk selanjutnya, Amel mengincar Islamic Solidarity Games (ISG) yang akan digelar di Turki pada Agustus mendatang. “Kalau enggak ada halangan ya, karena Asian Games ditunda ya semoga bisa kasih yang terbaik lagi untuk Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Dara asal Serba Jaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara tersebut telah mencatatkan banyak prestasi baik level nasional dan internasional. Pada PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat, ia juga berhasil meraih medali emas dan memecahkan rekor nasional.

Perak yang diraih Amel menambah pundi-pundi medali yang dipersembahkan cabang olahraga angkat besi pada SEA Games Vietnam, yakni tiga emas, tiga perak dan empat perunggu.

Emas pertama dipersembahkan Eko Yuli Irawan di kelas 61kg setelah mencatatkan total angkatan 290kg, dengan rincian snatch 135kg dan clean and jerk 155kg. Selanjutnya, emas kedua dari Rahmat Erwin Abdullah di kelas 73kg setelah membukukan total angkatan 345kg dengan snatch 155kg dan clean and jerk 190kg.

Terakhir, emas ketiga diraih Muhammad Zul Ilmi yang berhasil membukukan total angkatan 337kg dengan snatch 150kg dan clean and jerk 187k. (rif)